//
you're reading...
Bengkayang

Kajot : “Anarkis, Tembak Ditempat,”


Aparat keamanan diminta segera mengambil tindakan tegas apabila ditemui oknum yang bertindak anarkis dan mengancam keamanan pada saat pelaksanaan rapat Pleno penghitungan suara oleh KPU di Kantor DPRD, Senin (24/5).

“Apabila ada yang bertindak anarkis dan mengancam keamanan, diharapkan agar aparat keamanan dapat mengambil tindakan tegas, bila perlu tembak ditempat,” tegas Plt. Ketua DPRD Bengkayang, Martinus Kajot, Sabtu (22/5) dikediamannya.

Anggota DPD-RI asal Kalbar, Erma Suryani Ranik dihubungi via telepon seluler, Jumat (21/5) mengharapkan agar aparat keamanan memperketat keamanan dalam proses rekapitulasi penghitungan suara pemilukada Bengkayang. Erma juga meminta agar aparat kepolisian segera mengambil tindakan terhadap massa yang telah melakukan pengrusakan terhadap kantor KPU.

“Saya sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Ini membuktikan bahwa para calon pemimpin daerah harus lebih bisa bersikap sebagai negarawan yang iklas menerima apapun hasil pilihan rakyat,” ungkapnya.

Menurut Erma, apabila memang ditemui adanya sebuah pelanggaran Pemilukada, seharusnya diselesaikan dengan jalur hukum, bukan dengan tindakan kekerasan. Secara pribadi, Erma mendukung tindakan yang diambil aparat keamanan pada saat pengamanan aksi di KPU kemarin. Sementara itu, Erma juga memberikan dukungan kepada anggota KPU agar jangan takut pada tekanan massa sepanjang KPU tidak melakukan pelanggaran hukum dan bersikap netral.

Ketua Pajanang Dewan Adat Dayak Banyadu, Fabianus Oel yang ditemui dikediamannya, Sabtu (22/5) mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oknum pengunjuk rasa atas pengrusakan kantor KPU. Hal itu menurutnya sebagai sebuah tindakan yang tidak menunjukkan sebuah kedewasaan dalam berpolitik. Berkaitan dengan aksi kemarin, Fabianus mengharapkan agar masing-masing kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja selesai bertarung dapat meredam apabila upaya tindakan kekerasan yang hendak dilakukan simpatisan masing-masing.

Gustian, salah seorang Tokoh Masyarakat Kecamatan Seluas dihubungi, Sabtu (22/5) meminta agar Kapolda Kalbar agar tetap konsisten dengan komitmen awal Beliau yang menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang bertindak anarkis dan berusaha menggagalkan pemilukada.

“Selain itu, kami sebagai masyarakat meminta agar Kapolda Kalbar dapat mencari dan mengambil tindakan terhadap aktor intelektual dibalik aksi tersebut,” pinta Gustian. Sebab menurutnya, tindakan pengrusakan kantor KPU telah mencoreng pesta demokrasi di Bumi Sebalo.

Sementara Sekretaris Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan juga pengurus Ormas Nasional Demokrat Bengkayang, Yulius David mengharapkan kepada pihak-pihak yang bertikai dapat menghargai proses demokrasi yang baru saja dilalui.

“Hasil Pemungutan Suara 19 Mei, kemarin merupakan awal barometer pembangunan daerah lima tahun kedepanga, sebab hal itu menunjukkan berjalannya proses demokrasi di Bengkayang,” jelas David.

Lagipula, apa yang telah terjadi, itu merupakan sebuah pilihan rakyat yang menyatakan berjalannya proses demokrasi. Dikatakan juga, seharusnya pihak yang bertikai mampu mengkedepankan supremasi hukum sebagai landasan dalam mengambil tindakan.

“Bagaimanapun, kita adalah saudara. Mari kita membangun Bengkayang tercinta ini bersama-sama dengan penuh semangat nasionalisme, terbuka dan menyeluruh demi kemajuan daerah kita,” tandas Yulius.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: