//
you're reading...
Pendidikan

SDN 03 Lumar Butuh Penambahan Ruang Kelas

Seiring perkembangan zaman yang disertai semakin tingginya kesadaran masyarakat diwilayah kecamatan Lumar dalam memperoleh pendidikan, berdampak pula pada peningkatan jumlah siswa di SDN 03 Lumar.
Sekolah ini berdiri pada tahun 1974, menamatkan siswa pertamanya pada tahun 1976, Siswa pertama SD ini berasal dari Siswa SD Inpres Doyot yang mana pada saat berdirinya SD tersebut dipindahkan ke Dusun Doyot. SD Lumar sendiri terletak di Dusun Mabak. Sejak tahun 1976, setiap tahun ajaran SD Lumar menamatkan 25 hingga 35 siswa. Data Sekolah yang dibeberkan Kepala Sekolah, Raymundus Roy, kurun waktu empat tahun terakhir, jumlah siswa yang menempa ilmu di sekolah ini selalu mengalami peningkatan. Pada Tahun Ajaran(TA) 2006/2007, jumlah siswa dari kelas I sampai VI berjumlah 176, TA 2007/2008 berjumlah 189 siswa. TA 2008/2009 berjumlah 199 siswa. TA 2009/2010 berjumlah 216 siswa.

Peningkatan jumlah siswa tersebut terjadi setiap awal tahun ajaran, terutama pada saat penerimaan siswa baru dikelas I. Menurut Raymundus Roy, peningkatan jumlah siswa itu ternyata tidak luput menimbulkan tantangan baru bagi pihak sekolah.

“Sejak TA 2007/2008, pihak sekolah mau tidak mau membagi siswa kelas I dan II dalam dua kelas,” ungkap guru asal NTT yang telah mengabdi sejak 1977 ini. Roy mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena tidak tersedianya ruang kelas yang cukup guna menampung jumlah siswa yang setiap tahunnya meningkat. Dari tahun 1974 hingga sekarang, Sekolah yang telah menjadi SD Induk sejak masih bergabung dengan kecamatan Ledo itu hanya memiliki ruang belajar sebanyak enam kelas. Jumlah ruang belajar tersebut saat ini dianggap sudah tidak mampu menampung jumlah siswa selama beberapa tahun terakhir.
Selain memiliki 6 ruang belajar, SDN 03 Lumar memiliki 1 ruang kantor serta 1 ruang perpustakaan.

Berdasarkan data yang ada, peningkatan pada awal tahun ajaran, khususnya untuk kelas I pada TA 2006/2007 berjumlah 45 dan masih digabung dalam satu kelas. TA 2007/2008 berjumlah 59, TA 2008/2009 berjumlah 53, TA 2009/2010 berjumlah 50 siswa. Selama tiga TA terakhir, siswa dibagi dalam dua ruang kelas. Dengan jumlah dan adanya pembagian kelas tersebut, pihak sekolah kemudian mengambil kebijakan pembagian kelas I menjadi dua kelas yang menggunakan ruang kelas I dan II. Para siswa itu mulai masuk belajar pada pukul 07.00-09.30. Setelah itu, pada pukul 10.00-11.30 giliran siswa kelas II baru masuk belajar. Masing-masing kelas dipegang seorang guru kelas, sehingga untuk kelas I dan II memiliki 4 Wali Kelas, Ia, Ib, IIa dan IIb. Secara keseluruhan, SD Lumar memiliki 11 guru tetap (PNS), 1 guru Honor dan 1 Penjaga Sekolah (PNS). Akibat kekurangan jumlah ruang kelas itu, pihak sekolah mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan agar menambah ruang kelas. Setidaknya dua ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Hal ini dirasakan perlu, apalagi mengingat status SDN 03 Lumar yang telah menjadi SD Induk di Kecamatan Lumar.

“SDN 03 Lumar membutuhkan ruang kelas lagi guna menampung jumlah siswa, terutama untuk mengatasi jumlah siswa yang semakin banyak,” ungkap Raymundus.

Raymundus menjelaskan perlunya penambahan ruang kelas itu pada intinya adalah untuk menciptakan efektivitas belajar mengajar sebagai upaya peningkatan prestasi siswa. Adanya ketersediaan ruang kelas diharapkan agar siswa kelas II tidak masuk pada siang hari, dimana kondisi itu juga sering dikeluhkan para orang tua siswa. SD Lumar menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). SDN 03 Lumar ketika masih bergabung dengan kecamatan Ledo merupakan SDN 05 Lumar. Pada tahun pertama berdiri (1974) hanya memiliki 3 ruang kelas, kelas I, II dan II. Sementara kelas IV, V dan VI masih menumpang di bekas gedung SD Inpres Doyot, Namun pada tahun yang sama, yakni 1974-1975 ruang kelas kembali ditambah menjadi 6 ruang hingga kini. Selama kurun waktu itu sekolah telah direhab sebanyak 3 kali. Karena ketika itu, SD Lumar merupakan SD yang pertama diwilayah kecamatan Lumar, hampir sebagian orang tua menyekolahkan anak mereka di SD tersebut, seperti Lumar, Madi, Sebol, Mabak, Jelatok, Molo, Selayu, Sepang, Doyot, Magmagan, Sempayuk, Sansak, Sekaruh, Ma” buluh. Hingga sekarang, SD Lumar pernah dipimpin 7 Kepala Sekolah, yakni Mantar, Abdul Kadir, T.C Duduk, Raymundus Roy, P.A Asri, Supariel dan Ijel Sukardi. Dengan terbentuknya Kecamatan Lumar pada tahun 2005, kini daerah ini telah memiliki 2 SD induk, yaitu SDN 03 Lumar dan SDN 02 Sempayuk.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: