//
you're reading...
Bengkayang

Data Pemilih Pilkada Bengkayang 177.037 Jiwa Krisantus

Januari 2010

Setelah berjalan hampir setahun yang lalu, sebagai bahan panduan KPU Bengkayang dalam menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu Legislatif dan Pilpres, kini Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Bengkayang meningkat sebesar 29.587 jiwa. Berdasarkan data yang akan disampaikan Pemda Bengkayang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, DP4 untuk Pilkada mendatang sebanyak 177.037 Jiwa. Naik sekitar 20.06 persen dari DPT Pilpres. Data tersebut merupakan hasil pendataan Pemda selama kurun waktu setahun yang lalu. Kenaikan ini dikatakan sebagai sesuatu yang wajar. Beberapa faktor yang menyebabkan data tersebut meningkat adalah adanya penduduk yang telah memiliki hak pilih sejak kurun waktu Pilpres hingga Pilkada ini cukup banyak, selain itu, mencuatnya pemilih yang telah memiliki hak pilih namun tidak terdata pada Pilpres lalu.

“Namun untuk lebih tepatnya lagi berapa banyak DP4 yang bisa dijadikan DPT, itu tergantung KPU, karena merekalah yang menentukan DPT. Sementara, DP4 ini diberikan Pemda merupakan data yang dijadikan data KPU sebagai DPS,” terang Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Bengkayang, Lorensius, Senin (5/1). Sementara itu, menanggapi akan diserahkannya DP4 dari Pemda kepada KPU Bengkayang, Ketua Panwaslukada Bengkayang, Musa J mengatakan pihaknya menyambut baik dengan hal tersebut. Namun disisi lain, dengan telah dimulainya tahapan Pilkada (termasuk penyerahan DP4) ternyata fungsi dan peranan Panwaslu belum dapat berjalan dengan baik.

“Minimnya anggaran yang diperuntukkan bagi Panwaslukada merupakan salah satu faktor utamanya, sebab besaran anggaran tersebut berkaitan pula dengan pembentukan Panwascam di 17 Kecamatan,” jelas Musa. Pada kesempatan itu, Musa menyebutkan dengan anggaran sebesar 500 juta sebagai pendukung kinerja Pawaslukada sangatlah minim dibanding dengan Pileg dan Pilpres lalu. Minim menurutnya karena sampai saat ini anggota Panwascam masih belum terbentuk, belum lagi biaya operasional Panwascam nantinya dan ditambah lagi dengan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Menyangkut permasalahan itu, hingga kini Panwaslukada Bengkayang telah menyusun Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) anggaran untuk pelaksanaan proses pengawasan Pemilukada. Namun, setelah beberapa kali melakukan koordinasi, ternyata pemda hanya bisa memberikan hibah jauh dari yang diharapkan. Melihat hal itu Musa memprediksikan bahwa Pemilukada Bengkayang akan sangat rentan dengan pelanggaran-pelanggaran karena lembaga pengawas tidak dapat bekerja secara maksimal sehubungan dengan kurangnya dukungan anggaran.

“Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bab VI Keuangan Pasal 114 ayat 5 menyebutkan, pendanaan penyelenggaraan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah wajib dianggarkan dalam APBD,” terangnya. Pada Pasal 115 menyebutkan, Anggaran penyelenggaraan penuh anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPD (Dewan Perwakilan Daerah), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang tentang APBN.Serta Pemilukada yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang APBD. Wajib dicairkan sesuai dengan sesuai dengan tahapan penyelenggaraan pemilu. Pada penjelasan Pasal 115 menyebutkan, pencairan anggaran yang dimaksud dalam ketentuan ini mengikuti persyaratan yang dimaksud dalam Peraturan Perundang-undangan bidang keuangan negara. Disatu sisi panwaslukada dituntut untuk menjalankan amanah Undang-Undang sebagai suatu lembaga pengawas pelaksanaan pemilukada, namun disatu sisi pelaksanaan tugas dan wewenang panwaslukada sendiri, terancam tidak dapat terlaksana. Bagi lembaga pengawas, situasi menjadi buah simalakama. Sementara itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan, Ketua KPU Bengkayang, Eddy A, sebelumnya, dari anggaran yang diajukan lebih dari 13 Miliar, ternyata pada akhirnya setelah dibahas bersama Pemda Bengkayang, anggaran tersebut kemudian dipangkas menjadi 9 Miliar lebih. Sehingga dapat dikatakan terjadi penyusutan sekitar 4 Miliar.

“Penurunan dari rencana anggaran semula itu telah dijelaskan Pemda Bengkayang yang didasarkan dengan kondisi keuangan daerah (APBD),” jelasnya. Faktor penurunan anggaran itu diiyakan oleh Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis, Selasa (5/1) saat ditemui diruang kerjanya. Menurutnya, anggaran sebesar itu memang disesuaikan dengan kondisi daerah, sebab katanya lagi, untuk tahun ini anggaran Pilkada menjadi penyedot anggaran terbesar APBD Bengkayang. Agar anggaran yang sudah disusun tersebut dapat digunakan guna mensukseskan Pilkada, Darwis mengharapkan agar pihak yang menggunakannya dapat memaksimalkan dana tersebut hingga tahap akhir Pilkada.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: