//
you're reading...
Bengkayang

Satu Partai Dukung Dua Calon, Dianggap Tidak Sah

Februari 2010

Enam calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri di KPU Bengkayang kemarin menyisakan pertanyaan terhadap adanya satu partai yang menyatakan mendukung serta mengusung calon yang berbeda. Seperti adanya pernyataan yang disampaikan Pimpinan partai Gerindra, Buruh, PPD dan Bintang Reformasi yang menyatakan diri mendukung calon pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis. Sementara calon pasangan Mariadi-F.Markim menyatakan Partai Buruh sebagai salah satu pengusung pasangannya. Sedangkan calon pasangan Petrus SA-Ruma Rupama menyatakan partai Gerindra, PPD dan Bintang Reformasi sebagai salah satu dari 12 partai yang mengusungnya.

“Apabila dalam proses perbaikan nanti terdapat satu parpol namun mendukung maupun mengusung calon pasangan yang berbeda, maka suara dari parpol tersebut dianggap tidak sah terhadap mana-mana calon,” jelas Ketua KPU Bengkayang, Eddy A., Rabu (17/2) diruang kerjanya.

Mengenai dukungan yang diberikan partai Gerindra, PBR, Buruh dan PPD terhadap PDIP, Eddy mengatakan bawasannya ketiga partai tersebut pada saat pendaftaran calon pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis memang menyatakan diri mendukung calon pasangan tersebut. “Namun gabungan (koalisi) partai tersebut hanya menyatakan diri secara lisan artinya tidak ada legalitas yang dilampirkan pada saat pendaftaran,” terang Eddy. Sementara, kejadian yang sama juga terhadap partai Buruh. Dimana pada saat pendaftaran pasangan Moses Ahie-Sebastianus Darwis menyatakan diri mendukung calon pasangan tersebut sementara pada saat pendaftaran calon pasangan Mariadi-F.Markim, pimpinan partai Buruh melampirkan surat pernyataan partainya turut berkoalisi dengan PAN dan PDK mengusung pasangan itu. Menurutnya, dukungan sebuah partai dinyatakan sah apabila melampirkas legalitas dukungan sesuai mekanisme dalam partai tersebut terhadap satu calon pasangan. Begitu juga dengan partai Gerindra, di koalisi Menang, Eddy mengatakan partai pimpinan Probowo Subianto itu telah melampirkan legalitas. “Kita lihat saja nanti pada masa perbaikan, apabila didapati satu kepengurusan partai mendukung atau mengusung dua calon yang berbeda, maka suara partai tersebut dianggap tidak sah. Sedangkan apabila satu partai memberi dukungan kepada dua calon berbeda namun dilakukan dua kepengurusan yang berbeda, KPU akan melakukan verifikasi terlebih dahulu hingga ke Depkumham, untuk mencari mana kepengurusan yang sah,” tandas Eddy.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: