//
you're reading...
Sosial

Dipukul, Saliman Lapor Suami ke Polisi

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali terjadi di Bengkayang. Kali ini, Saliman menjadi korban. Warga BP2, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang ini mengaku telah dipukul suaminya, Jualam dirumah mereka pada hari Minggu (4/7) sekira pukul 18.00. Menurut pengakuan Saliman, kejadian itu disebabkan perdebatan mulut antara keduanya yang disebabkan si Suami hendak membelikan pulsa untuk gadis lain di Salah satu kios di depan lapangan tennis Bengkayang karena hal itu sangat memalukan. Merasa kurang tepat mengadu mulut di tempat orang, keduanya kembali kerumah, setelah kembali kerumah, pertengkaran berlanjut. Ternyata pertengkaran itu berujung pada pemukulan Jualam terhadap Saliman. Lebih lanjut, Saliman juga menyebutkan bila si Suami sempat mengambil parang, namun tidak sempat digunakan karena dirinya terlebih dahulu mengambil sebatang kayu dan kemudian melarikan diri. Akibat pemukulan itu, Saliman mengalami memar dibagian leher dan kesulitan menggerakan lehernya. Selain itu, kepala bagian belakangnya juga menjadi sasaran kekerasan tangan suami.

Merasa tidak terima, Saliman mendatangi salah satu keluarganya, yakni Sugianto Ebot untuk meminta pertolongan. Setelah berbincang-bincang, tidak lama kemudian Ebot mendampingi Saliman melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Adapun laporan tersebut sudah diterima pihak kepolisian dan telah diberikan Surat Tanda Bukti Laporan kepada Saliman, yakni STBL Nomor : TBL/B/254/VII/2010/KALBAR/RES BKYG/SPK. Sementara untuk menguatkan bukti adanya aksi tersebut, Saliman terlebih dahulu divisum oleh pihak kepolisian. Namun hingga saat ini, meski telah dilaporkan, Jualam masih belum dilakukan pemanggilan ataupun penahanan oleh pihak kepolisian. Hal ini sangat dikhawatirkan Saliman, karena takut sesuatu hal yang lebih buruk terjadi terhadap dirinya.

“Kita berharap dengan adanya laporan itu, pihak kepolisian agar segera mengamankan terlapor (Jualam) karena saudara kami Saliman sangat khawatir dengan keselamatannya. Gara-gara terlapor belum ditangkap, hingga saat ini Saliman masih dalam keadaan was-was, takut suaminya semakin beringas,” kata Sugianto Ebot, Senin (5/7) dikediamannya. Ebot menyebutkan, Saliman sekarang masih merasa tidak aman, tertekan dan merasa khwatir, apalagi dirinya telah melaporkan suaminya tersebut kepada pihak kepolisian. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi antara suami-istri tersebut, satu-satunya jalan adalah ditangani pihak kepolisian terlebih dahulu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: