//
you're reading...
Sosial

Kebakaran Bengkayang

*Kebakaran Melanda Pasar Tengah Bengkayang

Niat Lebaran, Nyawa Sabojo Melayang

Krisantus
Borneo Tribune, Bengkayang

Nasib berkata lain, maksud hati hendak bersilahturahmi ke rumah kenalan yang merayakan Idulfitri 1431 H, namun yang terjadi malah naas. Sabojo, siang, Selasa (14/9) sekitar pukul 11:00 pergi kepasar Bengkayang bermaksud untuk menyambangi kenalannya yang merayakan Idulfitri, selain itu bersilahturahmi, Sabojo juga bermaksud ingin santai dipasar.

“Paman awalnya memang bertujuan untuk bersilahturahmi kerumah kenalannya di Bengkayang yang merayakan lebaran,” kata salah seorang keponakan Almarhum, Joko Ono di Sebente, Rabu (15/9). Menurut keterangan Joko Ono, pada saat kebakaran, Almarhum belum pulang ke rumah, hinggalah meninggal dunia.

Sabojo merupakan korban tewas pada peristiwa kebakaran yang menerpa 29 Ruko dan 4 Kios dikawasan Pasar Tengah, Pasar Belakang (Jln. Ngura) dan Jalan Tabrani. Iskandar, salah seorang saksi mata yang berada dilokasi dimana ditemukan tewasnya Sabojo, menyebutkan korban tewas akibat tertimpa reruntuhan ruko. Dimana korban pada saat itu sedang sibuk menyirami api dilokasi kebakaran pada bagian ruko di Jalan Pasar Tengah secara manual dengan menggunakan ember.

“Sebelum runtuh, sudah saya peringatkan kepada orang-orang yang ada dilokasi agar segera menjauh, termasuk (Alm.)Sabojo,” terang Iskandar.

Tetapi, kejadian yang berlangsung dalam hitungan detik tersebut tak mampu menyelamatkan Sabojo dari maut. Sebab ketika bangunan hendak runtuh, semua orang disekitar itu berupaya menyelamatkan diri, Sabojo masih berada berdekatan dengan ruko sambil menyiram api. Akibat tertimpa runtuhan tersebut, Korban mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala, bahkan kaki sebelah kiri antara tulang kering terputus.

“Untuk melepaskan dia (Alm. Sabojo) terpaksa menggunakan alat berat,” tutur pria yang akrab disapa Kandar ini.

Dari data yang dihimpun, Sabojo sehari-harinya lebih banyak bekerja sebagai tukang bangunan. Pria yang berdomisili di Desa Sebente, Kecamatan Teriak ini, diketahui pernah menjabat sebagai Plt. Kepala Desa pada tahun pertama pemekaran desa Bangun Sari. Setelah terpilihnya Kades Sebente definitive, oleh masyarakat, Korban diangkat menjadi Ketua Adat didesa tersebut, selain itu, saat ini juga Ia menjabat sebagai Komite Sekolah SDN 02 Sebente.

“Dalam kehidupan sosialnya, Almarhum sangat dekat dengan masyarakat, beliau merupakan tokoh masyarakat disini,” timpal Iyes Unyil yang mendampingi Joko Ono.

Kepergian untuk selama-lamanya ini, Sabojo meninggalkan delapan orang anak, yakni Yus dan Moses dari Istri pertama, Akui (Alm.). sementara dari Istri keduanya, Sinam, korban meninggalkan enam orang anak, yakni Ani, Oton, Jimin, Jamiat, Rudi, Loha, Wahid dan Wandi.

Korban akhirnya dikebumikan ditanah miliknya, di Desa Sebente sekitar pukul 13:00. Sebelum dikebumikan, pihak keluarga terlebih dahulu melaksanakan ritual adat tepung tawar dilokasi tertimpanya korban.

“Ritual adat dilaksanakan sekitar pukul 09:00 WIB,” sebut Joko Ono.

Dari data yang diperoleh dari RSUD Bengkayang, selain Sabojo, sedikitnya ada 4 orang yang mengalami luka-luka, yakni Aal, David Suman, Parjoko dan Sopian. Dari keempat orang korban luka tersebut, yang dialami Aal adalah yang terparah.

Aal, Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Teriak, Asal Desa Bangun Sari mengalami luka parah dibagian Kepala, pergelangan tangan dan kaki. Aal pada saat kejadian berada berdekatan dengan Sabojo. Saat ini, Aal telah dibawa ke RS. Antonius Pontianak guna menjalani perawatan intensif.

Sementara di TKP, hingga berita ini diturunkan, para petugas pemadam kebakaran masih terlihat bekerja memadamkan api yang tersisa dalam runtuhan bangunan. Bahkan ketika Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang sekira pukul 16:00 meninjau tempat kebakaran, asap yang ditimbulkan masih cukup kuat.

Terkait simpang siurnya jumlah ruko yang terbakar, saat dikonfirmasi lebih lanjut terdapat perbedaan antara data yang disampaikan pihak Kepolisian dan Pemda Bengkayang melalui Lurah Bumi Emas.

“Jumlah Ruko yang terbakar ada 28 Ruko dengan 26 Pemilik,” sebut Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch, Rabu (15/9) di Gedung Pancasila usai mendampingi Bupati meninjau lokasi kebakaran.

Data yang disampaikan pihak kepolisian tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan pihak Pemda Bengkayang melalui Lurah Bumi Emas.

“Secara keseluruhan ada 29 Ruko dan 4 kios yang terbakar,” sebut Lurah Bumi Emas, Eduardus Ason. Sejumlah ruko yang disebutkannya itu, 13 ruko diantaranya terletak di Jalan Pasar Tengah, 12 Ruko di Jalan Ngura, 4 Ruko dan 4 Kios dijalan Tabrani.

Pasca kebakaran, Kapolres Bengkayang menyebutkan sejak malam kejadian pihaknya telah mengerahkan personilnya untuk berjaga dilokasi kejadian hingga kini. Dimana terjadi pengerahan sebanyak 200 personil pada malam kejadian meski pada siang harinya personil mulai dikurangi karena sebagian besar masyarakat telah melibatkan diri dalam proses penanggulangan bencana tersebut.

Penempatan personil ini dimaksud untuk melakukan pengamanan lebih lanjut terhadap ruko-ruko yang ludes terbakar. Sementara itu dilaporkan juga bahwa pada Kamis (16/9) pihak kepolisian akan mendatangkan Tim Laboratorium dan Forensik dari Mabes Polri guna menyelidiki penyebab kebakaran.

“Penyebab kebakaran belum bisa kita sebutkan, kita tunggu saja hasil dari Tim Labfor Mabes Polri yang akan datang besok (hari ini),” terang Mosyan Nimitch.

Dari peninjauan dilokasi, ternyata terlihat Tim Labfor dari Polda Kalbar melakukan penyelidikan awal, tepatnya dilokasi Ruko Fantasi, dimana berawalnya api.

Siang, sebelum meninjau TKP, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengadakan rapat mendadak dengan para Kepala SKPD terkait, seperti Dinas PU, Kesehatan, Sosnakertran, Perindaf,  Staf Ahli Bidang SDM, Asisten I dan II di Kantor Bupati. Dalam rapat tersebut, Bupati bersama jajarannya membahas proses penanggulangan dampak kebakaran pasar Bengkayang.

“Kita meminta agar setiap SKPD terkait segera melakukan langkah-langkah penanganan cepat terhadap para korban, terutama evakuasi korban, pelayanan kesehatan, mendirikan posko sosial, penataan dan pemulihan tempat usaha,” jelas Bupati yang belum genap dua bulan menjabat ini. Langkah yang diambil itu menurutnya bertujuan untuk meringankan penderitaan yang dialami para korban. Dari hasil rapat itu juga, dipaparkan bahwa kerugian yang dialami berkisar belasan hingga 20 Miliar Rupiah. Hal ini bila dirata-ratakan setiap Ruko memiliki nilai jual sekitar 400 juga ditambah barang dagangan dan harta benda lainnya.

“Bantuan itu kita berikan sesuai dengan kemampuan daerah yang mengacu pada Prosedur Tetap (Protap) yang berlaku,” terang Gidot.

Terkait bencana ini, Gidot mengajak agar masyarakat dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Tidak hanya bagi masyarakat yang berada disekitar pasar, tetapi juga bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati. Dilain pihak, Ketua DPC Partai Demokrat ini juga menjadikan kebakaran ini sebagai bagian dari pembelajaran pemerintah, khususnya dalam melakukan penanganan bencana.

“Kedepan dipasar Bengkayang mesti sudah ada Hydrant, penambahan armada Pemadam Kebakaran. Dan yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan profesionalisme kerja petugas Penanganan Bencana,” sebutnya.

Mengenai rencana penataan atau pembangunan kembali pasar nantinya, Gidot meminta dukungan masyarakat agar mematuhi prosedur yang direncanakan dan dibuat oleh pemerintah, terutama adanya pembuatan gang pemisah ruko. Menurutnya, kebakaran ini merupakan kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Bengkayang. Banyak hal yang perlu dibenahi dari kejadian ini.

“Atas kejadian ini, Saya beserta seluruh jajaran Pemda Bengkayang menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya,” tandas Gidot.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: