//
you're reading...
Sosial, Uncategorized

Jalan Rusak, Didi Enggan Bayar Pajak

Oleh : KRISANTUS

Dibangun sejak pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1985-1986, hingga terjadi pergantian Presiden sebanyak empat kali, bahkan pula hingga memasuki periode ketiga Bupati Bengkayang, akses jalan Bengkayang-Sebalo tidak pernah dipugar atau dibangun kembali. Padahal, Desa Bani Amas sudah termasuk wilayah Kota Kabupaten. Demikian ungkap warga Desa Bani Amas, Didi Sulaiman kepada awak media ini, Minggu (24/10) di Bengkayang. Jarak antara Bengkayang-Sebalo kurang lebih 12 Km. Dengan perkembangan masyarakat yang berlangsung saat ini, jalan tersebut sudah bisa diakses oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sehingga tak heran bila saban hari kondisi jalan mengalami penurunan kualitas.

Berdasarkan tinjauan dilapangan belum lama ini, sebagian besar body jalan sudah tak jelas karena menyatu dengan tanah. Lobang mengangga dan membentuk kubangan bila hujan, serta bebatuan yang berserakan dimana-mana serta kondisi jembatan yang sudah usang merupakan penampilan dari jalan tersebut. Adapun beberapa ruas jalan yang dilakukan penambalan, namun tidak berselang lama, sudah kembali rusak.

Kondisi itu membuatnya Didi Sulaiman kecewa. Kekecewaan ini disebabkan oleh aktivitasnya sehari-hari sebagai tukang ojek yang setiap hari harus menempuh jalan tersebut. Dengan kondisi seperti itu, tentunya menambah berat pekerjaan yang ia lakukan. Sementara dilain pihak, dengan kondisi jalan seperti itu membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat terutama dalam memasarkan hasil bumi mereka.

Akibat kekecewaan tersebut, Didi secara terang-terangan mengaku tidak akan membayar pajak kepada pemerintah selagi jalan Bengkayang-Sebalo belum dipugar kembali. Apakah itu pajak motor, bangunan ataupun tanah.

“Bayar pajakpun percuma. Sekarang umur saya sudah lebih dari 30 tahun, bayar pajak sudah bertahun-tahun, tapi nyatanya uang pajak yang saya bayarkan itu kemana? Kenapa jalan disini tidak pernah diperbaiki,” ungkap Didi.

Bahkan jika dalam beberapa tahun kedepan tidak juga ada respon pemerintah atas kondisi jalan yang menghubungkan desanya itu, Ia mengaku tak akan sungkan mengajak warga lainnya agar tidak membayar pajak kepada pemerintah.

“Mungkin caranya seperti itu agar diperhatikan pemerintah,” terangnya sambil mengharapkan adanya perhatian dari Bupati Bengkayang terpilih, Suryadman Gidot agar dapat memperjuangkan permasalah itu melalui instansi terkait.

Diskusi

One thought on “Jalan Rusak, Didi Enggan Bayar Pajak

  1. Belajar Dari Kasus Gayus…..!!!

    Posted by bengkayangku | Oktober 29, 2010, 9:12 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s