//
you're reading...
Bengkayang, Lingkungan Hidup Bengkayang, Pendidikan, Sosial

Dua Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

by KRISANTUS
</strong>
Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkayang, khususnya pada Seksi Kebersihan Kota dipertanyakan oleh masyarakat, hal ini terkait pengelolaan sampah. Dimana kurang lebih dua minggu terakhir, sampah dibeberapa titik pembuangan sampah (tong sampah) mulai menumpuk dan menimbulkan pemandangan serta bau tak sedap. Tidak hanya di pusat pasar, kompleks persekolahan SMP/SMA Shalom di Jalan Gereja PIBI juga mengalami hal yang sama. Salah seorang warga setempat, sebut saja Hendrik Cung, Rabu (3/11) mengaku gerah dengan pemandangan tersebut, apalagi tumpukan sampah itu tepat berada didepan Tokonya. Terkait permasalahan sampah tersebut, pria berkacamata itu mengeluhkan penempatan tong sampah oleh pihak sekolah diluar Kompleks persekolahan.

“Mereka bisa terganggu dan jijik dengan sampah ini, sehingga mereka membuat tong sampah diluar gedung. Namun apakah mereka memikirkan kami warga setempat?,” seloroh Hendrik dengan nada tanya.

Atas permasalahan itu, Hendrik menyebutkan bila hal itu telah disampaikannya dengan Ketua RT setempat serta pihak sekolah agar ditemukan solusinya. Ia mengaku risih apabila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut. Sebab, selain menimbulkan pemandangan serta bau tak sedap, sampah yang dibiarkan menumpuk itu kelak dikhawatirkan dapat menimbulkan sarang penyakit.

Kepala Sekolah SMA Shalom, Ramses Manurung yang dihubungi, Rabu (3/11) melalui telepon seluler menjelaskan bila terjadinya penumpukan sampah dilokasi persekolahan Shalom diakibatkan tidak aktifnya petugas kebersihan kota dibawah naungan Dinas PU Bengkayang.

“Sudah dua minggu ini, Dinas PU (Seksi Kebersihan Kota) tidak mengangkut sampah untuk dibuang sehingga terjadilah penumpukan seperti itu,” terang Ramses.

“Kalau masih sekedar satu minggu (tak diangkut), mungkin belum menumpuk seperti itu,” tambahnya.

Mengenai pembuatan tong sampah diluar gedung, Ramses menyebutkan hal itu sebagai upaya agar sampah yang dihasilkan sekolahnya dapat diangkut oleh petugas kebersihan karena pihaknya telah membayar iuran kebersihan setiap bulannya.

Dikatakannya, Tong sampah yang dibangun tersebut memiliki ukuran 1 x 1,5 Meter. Ukuran ini dianggap sesuai dengan sampah yang dihasilkan dari sekolah. Namun, setelah beberapa waktu, tong sampah itu tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak sekolah, melainkan juga oleh masyarakat sekitar.

“Pada dasarnya pihak sekolah tidak mempermasalahkan masyarakat sekitar untuk membuang sampah disitu, hanya saja karena sudah lama tak diangkut petugas kebersihan, makanya sampah menumpuk seperti itu,” tandas Ramses.

Diskusi

2 thoughts on “Dua Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

  1. saya selaku warga setempat hanya meminta kepada pihak sekolah agak membongkar tong sampah tersebut, karna itu tidaklah termasuk tong sampah sekolah, itu termasuk tong sampah umum,
    sejujurnya minggu ini saya tidak bisa makan dengan tenang, atas bau sampah yang sangat tidak sedap ini, membuat selera makan saya berkurang, dan para pelanggan saya juga berkurang, karna mereka merasa risih kalu minum di tempat saya, karna bau sampah itu,
    dapat kah kalian pihak sekolah merasakan kerugian-kerugian yang saya terima atas tong sampah ini,.?
    tolong hormatilah kami warga setempat jika kalian juga ingin di hormati,.

    Posted by hendrik | November 3, 2010, 8:26 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s