//
you're reading...
Bengkayang, Pertanian Bengkayang

Mantri Tani Jangan Hanya Buat Laporan Yang Baik Saja

Oleh : KRISANTUS

“Tolong Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dapat turun dilapangan, jangan hanya terima laporan dibawah tangan,” ungkap Ketua RT 05 Sebol, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, Yudi, AS., ketika menyampaikan keluhannya kepada perwakilan media ini, Senin (8/11) di Bengkayang. Keluhan yang disampaikan Yudi tersebut terkait kinerja yang ditunjukkan oleh leading sektor pertanian, khususnya Mantri Tani yang ada didaerahnya, dimana permasalahan petani yang ada saat ini tidak dapat terakomodir. Yudi menyebutkan, beberapa hal yang dimaksudnya itu seperti laporan yang menyatakan bahwa kondisi pertanian di Kecamatan Lumar berkembang secara pesat. Padahal, sejauh ini yang tampak dilapangan masih jauh dari kenyataan.

Adapun permasalahan yang dianggapnya menjadi kebutuhan petani di Lumar saat ini seperti sumber pengairan bagi lahan persawahan mereka, kebutuhan akan pupuk, perbaikan terhadap alat-alat pertanian dan yang lebih penting lagi adalah penyuluhan rutin yang diberikan oleh Mantri Tani masih sangat kurang.

“Sumber pengairan misalnya, yang menjadi kebutuhan penting bagi para petani diwilayah kecamatan Lumar hingga saat ini masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Meski sejak tahun 1990-an diwilayah ini telah memiliki irigasi (irigasi Madi) namun sumber utama pengairan bagi para sebagian besar petani masih menggunakan sumber air dari waduk-waduk tradisional yang mereka bangun serta waduk hasil bantuan dari program P2KP. Sementara itu, mengenai penyaluran pupuk, obat-obatan, serta bibit, bagi petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani tidak mendapat perhatian dari pemerintah, padahal tidak sedikit petani yang aktif mengerjakan lahan pertanian mereka. Lebih anehnya lagi, meski tidak mengerjakan lahan, namun tergabung dalam kelompok tani, para petani tersebut masih mendapat bantuan.

“Semestinya bantuan tersebut diberikan jangan hanya berdasarkan keanggotaan semata, melainkan juga dinilai dari aktif atau tidaknya petani tersebut mengerjakan lahan mereka,” kata Yudi. Hal lain yang menjadi keluhannya adalah adanya “jatah” pupuk yang diberikan setiap kelompok tani kepada Mantri Tani, hal itu dianggap merugikan para petani terutama karena adanya pengurangan jatah. Mestinya daripada diberikan kepada Mantri Tani, lebih baik pupuk atau bibit serta obat-obatan itu diberikan kepada petani yang membutuhkan meski tidak tergabung dalam kelompok tani.

“Sedangkan alat2 pertanian seperti mesin perontok, handstracktor yang ada tidak berfungsi karena rusak dan dibiarkan tanpa diperbaiki,” tambahnya. Oleh karena itu, Yudi mengharapkan kedepannya agar instansi terkait harus segera turun ke lapangan guna mengontrol kinerja yang dilakukan oleh para perangkatnya, tidak hanya di Kecamatan Lumar saja, melainkan juga di Kecamatan lain juga sangat penting.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: