//
you're reading...
Bengkayang

*Diklat Golongan II. Gidot : “Bengkayang Bukan Sebagai Persinggahan Bagi PNS”

Oleh : KRISANTUS

Sebanyak 187 CPNS Golongan II Formasi Umum mengikuti prajabatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Kalimantan Barat. Acara Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot,S.Pd bertempat di Aula III Lantai 5 Kantor Bupati Bengkayang. Hadir pula pada pembukaan acara tersebut Kepala Badan Diklat Provinsi Kalbar Pieter Alon, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Drs.Kristianus Anyim,M.Si, Para Kepala Dinas/Badan/Kantor, Kepala Bagian dan Para Camat Se-Kabupaten Bengkayang.

Menurut laporan dari Sekretaris Panitia Pelaksana Bernadeta,SH bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II kali ini rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 26 Nopember 2010 yang mana pelaksanaan Diklat ini akan dipusatkan di Hotel Ridho Bengkayang. Peserta diklat parajabatan golongan II formasi umum terdiri dari setiap unit kerja yang ada dilingkungan pemerintah kabupaten Bengkayang berjumlah 186 orang ditambah dengan peserta dari luar kabupaten Bengkayang yaitu peserta yang berasal dari pemerintah kabupaten Landak 1 (satu) orang, sehingga total keseluruhan dari peserta Diklat kali ini berjumlah 187 orang yang terdiri dari laki-laki 37 orang dan perempuan 150 orang dengan rincian tenaga pendidikan/guru sebanyak 33 peserta, tenaga kesehatan sebanyak 139 peserta dan tenaga teknis 15 peserta.

Sistem pembelajaran yang digunakan bersifat klasikal serta menerapkan pendekatan andragogi, dengan metode belajar peserta aktif yang meliputi; ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab, diskusi-diskusi, kerja kelompok, simulasi/role playing, permainan/game, belajar secara mandiri diluar jam pelatihan baik dalam pendalaman materi melalui komunikasi antara peserta secara terorganisasi dan berpikir secara dinamis. Tenaga pengajar yang akan memeberikan materi adalah widyaswara dari badan diklat provinsi Kalimantan barat dan para pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten Bengkayang yang telah mengikuti TOT umum.

Sementara itu Bupati Bengkayang Suryadman Gidot,S.Pd dalam sambutannya saat membuka acara tersebut adalah menegaskan bahwa tujuan dan sasaran penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 101 Tahun 2000 adalah : Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap PNS untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansi. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.

Sedangkan sasaran diklat prajabatan adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi pegawai negeri sipil yang sesuai dengan golongannya. Seorang Pegawai Negeri Sipil harus mempunyai kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang diperlukan.

Bupati menegaskan berkaitan dengan kontrak yang telah disepakati sebelum mendaftar sebagai CPNS bahwa seorang CPNS bertugas minimal 10 (sepuluh) tahun pada suatu tempat, hendaknya dapat dicamkan benar-benar, dan Bupati Bengkayang mengharapkan tidak ada diantara peserta prajabatan kali ini yang mengajukan permohonan pindah tanpa alasan mendasar.

“Jika ada diantara peserta sekalian yang ingin berhenti menjadi pegawai negeri sipil, maka saya perintahkan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bengkayang untuk segera memprosesnya, karena masih banyak saudara-saudari yang lain yang antri menggantikan posisi saudara. Kabupaten Bengkayang bukan hanya sebagai tempat persinggahan semata bagi PNS,” tegas Bupati.

Berkaitan dengan itu maka Bupati menegaskan bahwa perlu diatur berkaitan dengan pelaksanaan tugas PNS. Karena selama ini beberapa pegawai negeri sipil yang diterima dikabupaten bengkayang mengajukan permohonan pindah tugas ke kabupaten lain dengan berbagai alasan. Keadaan ini sangat merugikan daerah karena selain berdampak pada terbatasnya tenaga aparatur dikabupaten bengkayang, juga telah membatasi kesempatan bagi masyarakat lainnya yang semula berkehendak mengabdi didaerah ini tetapi tidak dapat lolos dalam seleksi penerimaan PNS. Jika hal tersebut tidak segera diatur sebagai langkah antisipasi, maka dapat dipastikan berdampak pada kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan di daerah ini.

Bupati juga meminta Kepala BKD untuk mengkaji kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku berkaitan dengan penentuan tempat tugas, pola pembinaan karier, termasuklah mekanisme mutasi dan perpindahan pegawai keluar daerah kabupaten Bengkayang, bupati menyarankan untuk dikaji bahwa PNS Bengkayang yang diterima berdasarkan formasi Kabupaten Bengkayang paling tidak mengabdi sepuluh tahun didaerah ini, setelah itu, baru dapat dipertimbangkan untuk dipindahkan jika yang bersangkutan mengajukan pindah.

“Pengajuan pindah merupakan hak semua pegawai, tetapi mengingat memilih sebagai PNS dikabupaten Bengkayang sebagai suatu pilihan maka hendaknya harus dijalankan secara konsisten dan untuk itulah maka perlu kita atur,” terang Bupati.

Penekanan terhadap hal tersebut tak terlepas dari upaya Pemerintah dalam meningkatkan kinerja karena dengan adanya penerimaan PNS yang baru diharapkan maka semakin memperkuat armada yang pemerintah dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan didaerah ini. Lebih lanjut Bupati meminta kepada panitia penyelenggara agar benar-benar melakukan pengawasan dan pembinaan selama diklat berlangsung agar para CPNS baru tersebut dapat ditanamkan nilai-nilai terutama yang berkaitan dengan prilaku (attitude), pengetahuan (knowlwdge) dan keahlian (skill) sebagaimana ketentuan diklat yang bersifat mendasar sebagai dasar bagi mereka untuk masuk pada dunia kerja. Jika ditemui ada beberapa peserta yang tidak dapat memenuhi ketentuan kediklatan maka jangan sungkan untuk memberikan sangsi bahkan dipertimbangkan untuk tidak diluluskan.

Diskusi

4 thoughts on “*Diklat Golongan II. Gidot : “Bengkayang Bukan Sebagai Persinggahan Bagi PNS”

  1. kris, numpang ambil datanya ya. terus menulis

    Posted by edi petebang | November 18, 2010, 2:47 am
  2. Lanjut krist….

    Posted by Bernad | November 18, 2010, 3:25 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: