//
you're reading...
Perkebunan

Harga Karet Naik, Tapi Hujan

Oleh : KRISANTUS

Musim Kemarau, berat getah (lateks) menyusut, harga cenderung normal. Sementara selama bulan Oktober dan Nopember dimana intensitas hujan tinggi harga karet lumayan mahal. Demikian ungkap petani Karet asal Dusun Sebol, Ermina beberapa waktu lalu dikediamannya.

Ermina mengaku bersyukur karena harga karet naik selama dua bulan terakhir, dari semula Rp.12 ribu-Rp.15ribu per kilogram, beberapa waktu ini harga karet mengalami kenaikan menjadi Rp.16 ribu per Kilogram sampai dengan Rp.21 ribu.

“Sebenarnya senang dengan kenaikan harga karet saat ini, tapi hujan menghalangi kami petani karet untuk mendapatkan lebih banyak sadapan,” terangnya.

Dari hasil karet itu, Ermina mengaku cukup untuk membantu pendapatan suami dan terkadang uang dari hasil penjualan karet digunakan untuk biaya pendidikan anaknya dibangku kuliah. Karet merupakan salah satu komoditi daerah Bengkayang disamping Jagung, Lada, Padi dan tanaman palawija lainya. Ermina mengatakan, karet yang saat ini disadapnya berasal dari perkebunan karet yang disediakan pemerintah pada akhir tahun 1980-an hingga awal tahun 1990-an.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: