//
you're reading...
Bengkayang, Sosial

Kaji Ulang Konversi MITA ke LPG di Bengkayang

Oleh : KRISANTUS

Kebijakan pemerintah bagi masyarakat atas konversi Minyak Tanah (Mita) ke Tabung Gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Bengkayang semestinya butuh kajian mendalam. Sebab, kondisi setiap daerah, apalagi diluar pulau Jawa tidaklah sama.

“Jangan samakan Bengkayang dengan daerah-daerah di Pulau Jawa yang sebagian besar lebih maju,” ungkap Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) di Pontianak, Hendro Kamseno, Selasa (14/12) di Pontianak. Disebutkannya, dari 17 Kecamatan yang ada, sebagian wilayahnya (Desa) yang belum terjangkau dengan infrastruktur yang memadai, seperti akses transportasi. Dari 17 Kecamatan itupula, tiga diantaranya, yakni Siding, Suti Semarang dan Lembah Bawang belum terjangkau pelayanan listrik negara.

“Belum lagi jika dikaitkan dengan tingkat pendidikan, tingkat ekonomi ataupun pekerjaan utama masyarakatnya,” terang Hendro. Akibat kondisi tersebut, selaku perwakilan Mahasiswa Bengkayang ini meminta agar kebijakan tersebut dikaji lagi dengan pertimbangan beberapa hal seperti sulitnya distribusi bagi daerah-daerah pedalaman, kebutuhan masyarakat terhadap Mita juga masih tinggi.

“Tingginya kebutuhan akan Mita bagi masyarakat Bengkayang, terutama bagi masyarakat yang berada didaerah yang belum diterangi listrik, sebab Mita itulah yang akan digunakan sebagai bahan bakar penerangan,” jelasnya. Belum lagi minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal penggunaan serta perawatan tabung gas dan perangkat lainnya, sehingga dikhawatirkan bermunculan kejadian kebakaran akibat tabung gas di Pulau Jawa.

“Satu Kabupaten Bengkayang baru memiliki 2 Mobil Pemadam Kebakaran, 1 milik Pemda dan 1 unit milik swasta. Bayangkan bila sampai terjadi kebakaran didaerah terisolir/pedalaman,” ujarnya. Dari penuturannya itu, Hendro menyebutkan banyak hal yang menjadi bahan kajian atas penerapan kebijakan pemerintah tersebut di Bengkayang.

“Kami selaku putra daerah berharap juga agar pasokan Mita di Bengkayang tidak mengalami kelangkaan sehingga tidak menambah beban hidup masyarakat,” tandas Mahasiswa Fisipol Untan ini.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: