//
you're reading...
Bengkayang, Sosial

Tarif Parkir Motor Rp.500 Bukan Rp.1.000

Oleh : KRISANTUS

Aktivitas masyarakat di Kota Bengkayang, semakin hari semakin ramai. Keadaan pasar terlihat lebih hidup akibat transaksi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang. Akibat aktivitas ekonomi yang hidup tersebut, kondisi ekonomi masyarakatpun mengalami perubahan. Saat ini, terpantau setiap harinya, masyarakat yang datang kepasar sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor). Itu sebagai nilai positif dari perkembangan yang terjadi.

Krisantus

Juru Parkir Tolong Jaga Helm Ku

Ramainya masyarakat yang datang ke pasar menggunakan Sepeda Motor dan Mobil menjadi berkah tersendiri bagi para Juru Parkir (Jukir). Keuntungan dari mengatur letak kendaraan masyarakat itu setidaknya mampu membuat mereka bertahan hidup menjadi lebih baik.

Akan tetapi satu hal yang sangat disayangkan adalah, para Jukir terkadang tidak menghargai para pengendara, khususnya sepeda motor. Hal ini terkait biaya parkir yang ditarik mereka kepada pengendara. Meski nilainya kecil, namun tarif parkir yang seharusnya Rp.500 selalu dipungut Rp.1.000. Jarang sekali dikembalikan uang pengendara ketika diserahkan uang Rp.1.000. Bahkan pernah dialami wartawan ini ketika mencoba menyerahkan uang Rp.500 kepada Jukir disalah satu sudut pasar Bengkayang, tetapi ditolaknya dengan maksud meminta uang tersebut ditambah Rp.500 lagi. Tidak menjadi permasalahan besar bagi pengendara, tetapi hal tersebut telah melanggar aturan.

“Sama dengan ditempat lain di Kalbar, Sesuai Perda yang berlaku, tarif parkir untuk roda empat keatas adalah Rp.1000 sedangkan bagi kendaraan roda dua (sepeda motor), tarif parkir yang berlaku adalah Rp.500,” terang Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubtel Bengkayang, P. Yudha S., saat dikonfirmasi, Selasa (28/12).

Yudha mengakui keadaan yang terjadi dilapangan bertolak belakang. Untuk tarif sepeda motor biasanya para Jukir mengambil pungutan Rp.1000. Dari kejadian dilapangan itu, Yudha menyebutkan tarif tersebut diberlakukan para Jukir dengan alasan tidak ada uang kecil untuk uang kembalian. Alasan klasik.

Terhadap permasalahan ini, Yudha menyebutkan kesulitan mendapatkan data yang dibutuhkan terkait permasalahan yang terjadi dilapangan karena sesuai dengan Perda yang dimaksud, kewenangan tentang parkir dilimpahkan ke masing-masing kecamatan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, keberadaan parkir di Pasar Bengkayang terdapat hampir disemua sudut pasar, mulai dari Jalan Jeranding AR, Tabrani, Pasar Tengah, Ngura, Migang, dan hampir semua Jukir menarik biaya kepada pengendara sebesar Rp.1000.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: