//
you're reading...
Bengkayang

Pembalakan Liar, Polres Bengkayang dan Polhut Amankan 5.738 Batang Kayu

Oleh : KRISANTUS

Berawal dari informasi yang diperoleh dari Polisi Hutan (Polhut) Dinas Kehutanan Bengkayang,Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang bersama Polhut, Kamis (20/1) kemarin berhasil mengamankan 5.738 batang kayu diwilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Samalantan. Penangkapan kayu yang masih menjadi barang temuan tersebut terjadi di Dusun Meranti, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang. Sementara untuk para tersangka, pihak kepolisian belum dapat membeberkan kepada publik dengan alasan demi kepentingan penyelidikan. Namun beberapa pihak, sedikitnya 10 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

“Karena saat dilakukan penangkapan, baik masyarakat setempat, Ketua RT, Kepala Dusun tidak ada yang mengetahui kepemilikan kayu tersebut sehingga belum dapat ditetapkan siapa saja yang menjadi tersangka atas pembalakan liar itu,” ungkap Kapolres Bengkayang, AKBP. Mosyan Nimitch, S.IK saat jumpa pers dengan wartawan diruang pertemuan Mapolres Bengkayang, Jumat (21/1).

Keluar dari pemaparannya, Kapolres menyebutkan sebagian besar kayu yang diamankan itu adalah kayu jenis Meranti dan campuran serta memiliki ukuran 8 x 12 dan 9 x 18. Sedangkan untuk pengamanan barang bukti, kayu akan diamankan di Mapolres Bengkayang. Lebih lanjut, Kapolres mengatakan berdasarkan pantauan Global Potation Satelite (GPS) serta peta topografi kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan tahun 2000, kayu yang ditangkap itu bukan berada dalam kawasan perkebunan kelapa sawit, melainkan dalam kawasan Hutan Produksi.

Menambah keterangan atasannya, Kabag Operasi (Ops). Polres Bengkayang, AKP. Cepi Nopal membenarkan jika dalam proses penangkapan itu pihaknya telah mengarahkan 57 personil Polres, 1 Personil Polsek Samalantan dan dibantu 7 personil Polhut. Meski penangkapan telah dilakukan sehari sebelumnya, Kapolres menyebutkan kayu yang ada tidak bisa dibawa serta-merta ke Mapolres, karena beratnya medan yang mesti ditempuh, terutama ketika melalui tanjakan Vandering (batas Samalantan-Sungai Betung). Oleh sebab itu, agar barang bukti tidak dirusak atau berkurang, saat penangkapan telah
diberi garis polisi. Menghindari kemungkinan kaburnya para tersangka, Kapolres menegaskan Ia bersama jajarannya terus mengembangkan kasus hukum ini hingga tuntas. Menjadi kata kuncinya, setiap aktivitas pembalakan liar, pasti ada pemodal, pengendali dan pekerja.

“Mengenai adanya isu yang menyebutkan pembalakan liar di Kecamatan Lembah Bawang ini diboking oleh aparat keamanan, itu tidak benar,” tandas Kapolres.

Diskusi

One thought on “Pembalakan Liar, Polres Bengkayang dan Polhut Amankan 5.738 Batang Kayu

  1. perlu kami klarifikasi, bahwa kayu yg di anggap temuan, yg disegel kemudian disita oleh polres benkayang didusun meranti,desa kinande kec. lembah bawang, adalah seluruhnya milik warga desa kinande. mereka mengambil kayu di lahan masing2, yg sejak turun temurun bahkan jauh sebelum indonesia berdiri, mereka sudah memiliki lahan tsb secara adat, mereka jaga dan dirawat, sehingga tibalah saatnya sekarang mereka ambil hasilnya, selain untuk membangun rumah,sisanya mereka jual kepada beberapa warga lain yg juga membutuhkan (untuk kepentingan hajat hidup org banyak) hasil dari penjualan tersebut, mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli matrial bangunanseperti paku, seng, sehingga terpenuhilah kebutuhan pangan dan papan (rumah/ tempat berteduh)mereka.
    bagaimanapun lahan dan hutan tsb adalah milik warga, sehingga mereka merasa berhak dan layak menikmati hasilnya, jikalaupun melanggar aturan dan undang2 yg berlaku itu semua diluar sepengetahuan mereka.
    “jika kami di anggap pembalak hutan, apa bedanya dg perusahaan sawit, yg sekian ribu hektare digusur, tidak peduli besar atau kecil kayu itu mereka babat sampai keakar-akarnya mereka gusur dengan doser(buldozer) bahkan jika tunggulnya masih ada mereka beri zat kimia agar cepat busuk, sementara kami mengambil kayu dari lahan kami sendiri dan hanya menebang kayu yg besar2nya saja,sementara yg masih kecil tetap kami rawat dan kami tanami kembali”demikian ungkap salah seorang warga
    untuk itu kepada pihak-pihak terkait kami minta agar tidak sewenang2, karena yang benar menurut penegak hukum belum tentu baik dan adil.

    Posted by kristianus irish | Januari 28, 2011, 5:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: