//
you're reading...
Bengkayang, Sosial

Pemda Mesti Tertibkan Kios BBM

Oleh : KRISANTUS

Bengkayang

Antrian Para Pengendara Untuk Sekedar Mendapatkan 4 Liter Bensin

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar maupun Premium/Bensin awal Februari ini maupun yang telah dialami sebelumnya di Bengkayang diharapkan dapat menjadi perhatian Pemda setempat, karena kelangkaan itu akhirnya membuat masyarakat menjerit sebagai akibat harga BBM yang melonjak.

Kenaikan harga akibat langkanya bahan bakar itu sebenarnya tidak dirasakan warga ketika mereka mengisi kendaraan mereka di SPBU karena harga setiap liternya berlaku secara nasional, namun melambungnya harga BBM justru terjadi ketika sudah sampai ditangan pemilik kios yang belakangan ini makin bertebaran di Bengkayang.

Memanfaatkan kekosongan stok BBM di SPBU, para pemilik kios tanpa memperhatikan para pembeli dengan semau hati menaikkan harga. Seperti yang terjadi pada Minggu ke-2 Februari, harga BBM jenis Premium di kios mampu menembus angka Rp.15 ribu/Liter. Sementara pada awal Minggu ini, Senin (21/2) harga masih berada pada kisaran Rp.8 hingga Rp.9 ribu.

Ditengah terus merangkaknya harga kebutuhan pokok, kenaikan harga BBM ini tentunya akan semakin menambah beban masyarakat. Oleh karena itu Pemda Bengkayang mestinya dapat mengambil kebijakan agar para pemilik kios tidak dengan semena-mena menaikkan harga.

“Kita berharap agar Pemda Bengkayang dapat menertibkan para pemilik kios yang menaikkan harga dengan sesuka hati mereka agar tidak memperparah penderitaan masyarakat,” kata salah seorang warga Bengkayang, Yuventius P.

Penertiban yang dimaksudnya itu tidak hanya sebatas pengawasan terhadap harga yang dipatokkan pemilik kios, tetapi lebih dari itu, perlunya pendataan atas keberadaan kios guna memudahkan kontrol. Pendataan ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), caranya adalah dengan mewajibkan bagi para pemilik kios agar membuat izin atas usaha mereka itu.

“Bayangkan saja jika di Bengkayang ini ada 1000 kios BBM kemudian setiap kios dipungut restribusi sebesar Rp.1000/hari. Jadi 1 hari pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1 juta dan setiap bulannya mampu menyumbangkan PAD sebesar Rp.30 juta. Apalagi bila para pemilik kios itu dikategorikan menjadi beberapa bagian, terutama bagi yang memasok BBM dalam jumlah tertentu,” terang pria yang akrab disapa Yuven ini.

Dengan adanya legalitas usaha kios itu nanti mestinya dapat memudahkan Pemda Bengkayang melalui instansi terkait melakukan fungsi pengawasan dan menghindari adanya kenaikan harga yang tidak wajar. Dilain pihak, warga yang dikenakan harga diluar ketentuan juga dapat dengan mudah melaporkan tindakan tersebut kepada aparat.

Mengenai kelangkaan BBM baru-baru ini, hal tersebut terjadi karena kapal pengangkut milik Pertamina tidak bisa merapat menyusul terhalang kapal pengangkut kayu yang karam di Muara Jungkat.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: