//
you're reading...
Bengkayang, Infrastruktur

Nogian : “Pemekaran Daerah Berdampak Positif“

Oleh : YOPI CAHYONO (Harian EQUATOR)

BENGKAYANG- “Semenjak Bengkayang menjadi sebuah kabupaten, kami warga sini baru merasakan enaknya kehidupan dialam kemerdekaan NKRI. Meski pembangunan belum diterima secara menyeluruh, namun dampak dari otonomi daerah ini sangat positif,” begitu ungkap Kadus Jagoi Babang, Nogian (51) terkait otonomi yang telah diberikan Pemerintah bagi daerah ini.

Salah satunya kemerdekaan dalam mengecap pendidikan. Dulu sebelum ada SMP dan SMA di sini, akibatnya banyak banyak anak-anak baik itu pria maupun wanita hanya menyelesaikan pendidikan dibangku sekolah dasar. Lebih parah lagi, ketika sudah menganggur selama dua atau tiga tahun kemudian anak-anak tersebut lebih memilih bekerja di negeri tetangga, Malaysia. Menjadi rahasia umum, karena tingkat pendidikan yang rendah itulah maka banyak sekali warga yang bekerja sebagai buruh disana. Bahkan tak jarang diantara mereka yang kemudian memilih menetap di Malaysia karena keterikatan keluarga, terutama karena adanya hubungan pernikahan dengan warga setempat.

“Namun kini, setelah Bengkayang dimekarkan sebagai sebuah daerah otonom, sarana pendidikan seperti yang selama ini sulit dirasakan masyarakat Jagoi sudah kita miliki,” terangnya. Hal ini menurutnya sangat berpengaruh bagi tingkat pendidikan masyarakat setempat, setidaknya saat ini sudah banyak warga Jagoi yang mengenyam pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi.

Tetap Setia Pada NKRI

Terkait dilema sebagai warga perbatasan antara dua negara, Nogian mengaku sangat menyayangkan apabila setiap perselisihan yang terjadi antar keduanya begitu dibesar-besarkan hingga mengarah kepada peperangan. Padahal menurutnya, apabila hal itu terjadi, yang paling dirugikan adalah warga perbatasan.

“Untuk apa kami berperang dengan saudara kami sendiri. Karena masyarakat Jagoi dan Serikin sampai ke Bau (Kucing) masih ada pertalian saudara dan ada yang sedarah. Apabila Indonesia dan Malaysia berselisih, itu urusan pusat, kami sebagai rakyat kecil tergantung dengan kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya.

Meskipun jurang perbedaan pembangunan yang terjadi diantara keduannya sangat jauh, namun Nogian bersikap tegas akan tetap setia kepada NKRI. Bak kata pepatah, “Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas dinegeri orang”.

“Kecuali bila patok batas di pindahkan ke Seluas, baru kami memilih kewarganegaraan Malaysia,” selorohnya sambil tersenyum.

Terpisah, Mita (51), Warga Desa Jagoi Babang saat ditemui dikediamannya mengakui, lebih memilih menjadi warga NKRI dibandingkan menjadi warga Malaysia. Walaupun terkadang merasa dianaktrikan dalam hal pembangunan oleh pemerintah, Ia juga mengungkapkan hal yang sama seperti Nogian yang akan tetap cinta akan bendera merah putih dan Pancasila.

“Kami akan pindah kewarganegaraan apabila patok batas antara Indonesia-Malaysia di pindahkan ke Seluas. Apabila patok batas masih posisinya saat ini, kami tetap WNI,” tegas bapak berambut ikal dan berkulit sawo matang ini.

Ia mengungkapkan, pernah ada dua kampung di Kecamatan Jagoi Babang beberapa waktu lalu, dimana semua warganya pindah menjadi kewarganegaraan Malaysia. Kejadian itu sudah berlangsung lama, sejak konfrontasi ganyang Malaysia mereka berbondong-bondong kesana. Kedua kampung tersebut kini menjadi hutan, tidak ada satu pun yang tinggal.

Diskusi

One thought on “Nogian : “Pemekaran Daerah Berdampak Positif“

  1. Mantap Bro,, ,, ,
    Informasinya sangat Membantu,,, ,, ,

    Posted by Bene | Maret 6, 2012, 3:47 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: