//
you're reading...
Infrastruktur

PLN, Badan Usaha Yang Mempunyai Target Rugi

Oleh : KRISANTUS & YOPI CAHYONO

Tiang Listrik Gila

SELUAS- Bisa jadi, PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) merupakan satu-satunya badan usaha yang setiap tahunnya dalam rencana kerja mereka menargetkan rugi sekecil-kecilnya. Bahkan impas saja antara biaya produksi dengan pemasukan yang diterima hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Demikian ungkap Manejer PLN Ranting Bengkayang, Adi Kurniawan ketika pertemuan dengan para wartawan di Singkawang beberapa waktu lalu.

“Darimana bisa untung, biaya produksi PLN lebih besar dibanding penerimaan yang diperoleh dari pembayaran rekening,” terangnya. Permasalahan itu bertambah parah ketika para pelanggan Listrik menunggak pembayaran. Ia menyebutkan seperti yang terjadi di wilayah operasional Bengkayang, dimana pada tahun 2010 lalu, dalam laporan akhir yang dibuat, setiap bulannya pelanggan listrik hingga ratusan juta rupiah. Bahkan akibat hal itu, Adi mengatakan, Ranting Bengkayang merupakan yang terparah diwilayah Singkawang, Bengkayang dan Sambas.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan PLN Seluas, Slamet juga mengungkapkan hal yang sama, dimana setiap tahunnya, badan usaha yang menaunginya itu mengalami kerugian. Dikatakannya, untuk tahun 2010, pihaknya mengalami kerugian sebesar puluhan juta setiap bulan. Selain karena biaya produksi yang tinggi sementara penerimaan rendah, hal ini disebabkan juga karena banyaknya pelanggan yang menunggak. Jumlah pelanggan PLN di Seluas saat ini sebanyak 1712 yang mencakup pelanggan di Kecamatan Seluas, Jagoi Babang.

“Tahun 2010 lalu, laporan akhir kita menyebutkan rata-rata setiap bulan, PLN Seluas mengalami kerugian dari tunggakan pelanggan sebesar Rp.20 juta rupiah,” sebutnya. Namun disisi lain, Slamet juga memaklumi, kondisi geografis dan akses jalan yang sulit membuat pelanggan didaerahnya itu menjadi salah satu faktor terjadinya keterlambatan para pelanggan dalam memenuhi kewajiban mereka untuk membayar rekening. Kondisi ini pula yang membuat pihaknya tak jarang rela mendatangi para pelanggan hingga kerumah mereka.

Slamet menjelaskan, setiap pelangga yang terlambat membayar selalu ditanya alasannya bahkan sampai datang kerumah. Ada yang mengatakan uang di pakai untuk membayar sekolah anak, membiayai anak masuk rumah sakit, dan banyak lagi.
Dirinya tidak dapat memaksakan kehendak kepada pelanggan untuk tidak terlambat membayar rekening listrik. Tergantung pelanggan yang punya niat untuk membayarnya. Karena sesuai dengan Keputusan Direksi PT PLN No. 386-K/DIR/2010 tentang biaya keterlambatan pembayaran rekening listrik.

Pasal 3 ayat 1 huruf a menyebutkan, bahwa beban keterlambatan dikenakan untuk pelunasan tagihan listrik setelah batas akhir massa pembayaran sampai dengan akhir bulan berjalan (bulan ke n) bagi masing-masing pelanggan.
Saat ditanya mengenai penerimaan dari uang denda atau biaya beban keterlambatan. Apakah masuk ke kas PAD Bengkayang atau ke PLN?

”Uang beban keterlambatan atau tunggakan akan menjadi kas PLN,” tegasnya. Ia juga mengungkapkan bila pada tahun 2010 lalu, setiap bulan pihaknya melakukan pemutusan sambungan tiga sampai empat pelanggan. Setelah pelanggan membayar lunas rekening listrik, baru kami sambung lagi. Sedangkan mengawali 2011 ini, baru 44 pelanggan baru baik itu untuk rumah tangga, social maupun bisnis.

Untuk diketahui, PLN sub ranting Seluas saat ini memiliki mesin PLTD sebanyak empat mesin kecil dengan kekuatan ke empatnya hanya 300 Kw. Sedangkan beban di Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang mencapai 700 Kw.
Apabila suplai listrik dari Singkawang dan Bengkayang ada gangguan teknis dan padam dengan waktu yang agak lama, ke empat mesin ini dapat digunakan tetapi dengan catatan bahwa listrik yang nyala hanya kota Seluas sampai ke Jagoi Babang saja. Sedangkan menuju ke Sujah masih tetap padam. Oleh karena itu ke empat mesin tersebut tetap standby.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: