//
you're reading...
Bengkayang

Suryadman Gidot, S.Pd.: Pemimpin Muda, Pendobrak Ketertinggalan

Dikutip dari : http://www.kalbarina.net

(BENGKAYANG)- Kabupaten Bengkayang memang masih harus mengejar ketertinggalnya dibandingkan 13 kabupaten/kota lain di Kalbar. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Sambas di sebelah utara, Kabupaten Landak dan Kota Pontianak di sebelah selatan, Laut Natuna dan Kota Singkawang di sebelah barat, dan Kabupaten Sanggau dan Serawak Malaysia di sebelah timur. Tak hanya sekadar ide, tapi butuh keberanian sosok pemimpin yang mampu memajukan daerah seluas 5.396,30 kilometer persegi yang terbagi menjadi 14 kecamatan ini.

Berikut hasil wawancara wartawan Harian Equator, Yopi Cahyono dengan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd.

Apa yang membuat bapak lebih memilih terjun ke dunia politik di bandingkan menjadi guru, padahal basic bapak adalah Sarjana Pendidikan?

Dengan saya terjun ke dunia politik, saya dapat masuk ke pemerintahan karena memiliki kesempatan untuk mengembangkan, memajukan, serta mewujudkan cita-cita mempercepat pengentasan ketertinggalan, keterbelakangan, kemiskinan dan lain sebagainya. Apabila kita tidak masuk ke pemerintahan, dan kita di luar sistem, sulit untuk kita merealisasikan hal tersebut.

Saya memang berlatar belakang Sarjana Pendidikan. Saya sering melihat banyak anak-anak yang tidak sekolah, bahkan putus sekolah. Bagaimana upaya saya dapat membantu mereka semuanya. Satu-satunya jalan bagi saya ialah masuk ke ranah pemerintah. Karena salah stau cara untuk masuk ke ranah pemerintah ialah melalui jalur politik.

Kesempatan dan peluang ada pada tahun 1999, saya masuk. Apabila saya tidak masuk dunia politik saat itu, saya tidak dapat masuk ke ranah pemerintah dan membantu anak yang tidak sekolah dan putus sekolah. Saya pernah masuk menjadi anggota Dewan, Wakil Ketua Dewan, Wakil Bupati Bengkayang sampai menjadi Bupati Bengkayang. Inilah kesempatan bagi saya untuk mewujudkan hal tersebut.

Bagaimana caranya bapak melihat peluang, sehingga bapak dapat mewujudkan keinginan bapak sampai menjadi Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang dengan usia yang masih muda?

Peluang memang suatu kejelian kita untuk melihat, membaca salah satu peluang. Pertama, melihat kabupaten baru hasil pemekaran tidak banyak orang yang mau terjun ke ranah politik. Kedua, saya seorang guru, apabila saya masuk ke dunia politik, saya banyak didukung oleh teman-teman guru. Ketiga, saya terlahir dari kelompok yang dikatakan miskin, apabila saya ungkapkan cita-cita saya, saya pasti banyak mendapatkan simpatik. Keempat, saya putra daerah. Tidak mungkin kita tidak didukung di daerah kita sendiri.

Dengan kesibukan bapak sebagai Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang, bagaimana caranya bapak membagikan waktu antara pekerjaan dan keluarga?

Semuanya sudah diatur jadwalnya. Senin sampai Jumat untuk kerja dari jam 08.00 sampai 15.00. Sabtu dan Minggu istirahat tidak kerja, itulah waktu untuk keluarga. Hari-hari libur, kita manfaatkan untuk keluarga. Apabila kita tidak dapat bertemu dengan keluarga. Sekarang zaman sudah canggih, dapat berbicara melalui telepon seluler. Kan mudah saja berkomunikasi dengan keluarga. Tidak sulit sekarang ini. Ini semua tergantung dengan komitmen kita, macam mana caranya membagikan waktu antara kerja dan keluarga. Kita selalu membuat program, jadi manajemen keluarga juga perlu di buat supaya tidak terganggu antara pekerjaan dan keluarga.

Bagaimana anda dapat merealsiasikan visi dan misi bapak dan pasangan, Bapak Agustinus Naon?
Saya pikir, visi dan misi ini dapat terealsiasikan. Tetapi untuk merealsiasikan dapat cepat atau lambat, bahkan sampai ke generasi penerus kita. Artinya, merealsisikan visi dan misi inikan membuat pondasi. Pondasi ini harus kokoh. Apabila pondasinya kokoh, aparatur Pemkab Bengkayang sudah kokoh, rakyat kita bersemangat, disiplin dan sebagainya. Itulah pondasinya. Ke depan, apabila pondasi sudah kokoh, kita berbicara sedikit saja, mereka sudah merespon dan tanggap. Salah satu contoh, tanah tanpa menanam sesuatu tumbuhan yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga tidak ada artinya. Oleh karena itu, visi ini tidak dapat diwujudkan sendiri tanpa adanya dukungan, perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Kabupaten Bengkayang yang kita tahu tertinggal dari kabupaten lain di Kalbar, apa terobosan yang akan bapak lakukan untuk dapat bersaing dengan kabupaten lain.

Bagaimana agar Bumi Sebalo berkembang dan lebih maju dari kabupaten lain?

Kita harus melihat spesifikasi masalahnya lebih dulu. Apabila wilayah atau kecamatan itu spesifikasinya terisolir, kita jawab, jangan sampai terisolir lagi. Apabila daerah tersebut pada tingkat perekoniomiannya kurang mampu, kita bantu. Apabila mereka membutuhkan bibit untuk mengembangkan pertanian, kita bantu. Begitu juga di bidang lainnya. Antara kecamatan yang satu dan yang lainnya berbeda permasalahannya. Permasalahan itu harus kita pilah, jangan disamakan. Porsi yang kita berikan secara proporsional pada masing-masing kecamatan. Kita sekarang mendorong percepatan pembangunan perekonomian untuk 2011. Dengan memberikan bantuan bibit karet, sawit, ternak, sapi dan lainnya.

Seperti kita ketahui, di Kabupaten Bengkayang memiliki tiga kecamatan yang masih terisolir, jadi bagaimana cara bapak untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Yang perlu kita lakukan ialah berbicara dengan kementerian. Baik itu PU, PDT, Transmigrasi dan sebagainya. Penyebab daerah terisolir ialah jalan. Saya yakin, lima tahun ini kita akan mewujudkan hal itu. Bukan hanya tiga kecamatan tersebut, tapi Capkala dan Sungai Raya juga masuk dalam wilayah terisolir. Pada musim-musim tertentu, warga Kecamatan Sungai Raya tidak dapat keluar dari wilayahnya, karena factor cuaca dan gelombang.

Saya yakin, target lima tahun ke depan, daerah tersebut akan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, minimal daerah Sebalo dan Suti Semarang pada 2014 dapat dilalui kendaraan. Jalan dari Jagoi Take sampai Siding pada 2013 harus sudah tuntas. Untuk daerah Sungkung, kita akan coba lewat Suti Semarang menuju Kabupaten Landak, baru ke Sungkung. Kita mencari alternatif yang mudah, murah dan cepat terlayani transportasinya. *

Sumber: http://www.equator-news.com/ragam-warna/sosialita/pemimpin-muda-pendobrak-ketertinggalan
Jumat, 17 Desember 2010

Diskusi

6 thoughts on “Suryadman Gidot, S.Pd.: Pemimpin Muda, Pendobrak Ketertinggalan

  1. maaf sebelumnya, menurut saya catatan ini hanya sebagai propaganda untuk dari sang penulis untuk menaikan pamor pemimpin di kab. bengkayang…..banyak persoalan2an yang belum terselesaikan di bkyang….sbagai contoh di kecamatan pesisir, nyaris tidak tersentuh oleh pembangunan yang di janjikan….kami merasa diabaikan, kami merasa bukan masayarat teritorial kab.bky….lebih baik pemekaran kabupaten sungai raya dari pada masuk kedalam kabupaten yang cuma bisa membuat janji2…..

    Posted by front pemekaran kabupaten sungai raya | Mei 8, 2011, 7:55 pm
    • Betul tu…!! Kalau merasa kurang diperhatikan, lebih baik mekar dari Kab. Bengkayang saja. Hanya, perlu diingat, jumlah penduduk harus memenuhi syarat. Minimal 100 ribu. Kalau di Gabung Kecamatan Sungai Raya, S.R.K, Capkala apakah sudah cukup? Kalau bisa lobby wilayah Kab. Pontianak, mungkin saja untuk menambah jumlah penduduk.

      Posted by Krisantus Van Sebol | Mei 9, 2011, 9:21 pm
  2. Lanjutkan pak….apa yang sudah baik…..tapi jangan lupa meningkatkan SDM…masyarakat…sekolahkan sebanyak-banyaknya generasi muda sebagai pilar pembangunan berikutnya…kalau perlu semua segi pendidikan ada: pertambangan, kepolisian, ketentaraan, Administrasi negara…..perhubungan, pelayaran, penerbangan…..kesehatan: kedokteran…perawat…bidan…guru…..kalau perlou semuanya ada gelar doktor…

    Posted by Fransiskus kasan | Mei 20, 2011, 2:02 am
    • Point pentingnya memang perlunya peningkatan SDM Bengkayang diberbagai bidang. Tidak hanya memikirkan “Partner2″nya saja, karena hal itu akan merusak citra Beliau sendiri.

      Posted by Krisantus Van Sebol | Mei 20, 2011, 5:54 am
  3. kami tidak akan masok ke terotial kabupaten pontianak…karna faktor histori kerajjaan sambas boleh jadi kami akan masuk ke kota singkawang atau kembali ke sambas.. maaf tadi kata2 dari SD yang bilang masyarakat bengkayang pesisir terisolir pad waktu2 tertentu…hal ini hanya berlaku di daerah pulau2 saja pak….kalo dari karimunting sampai sungai duri kami aman mw kemanan saja tan pa aeda cuaca yang menghalangi….sensus penduduk tahun 2010 3 kecamatan ini berpenduduk kurang lebih 45.000 jiwa…sedangkan pada tahun 2000 penduduk 3 kecamatan ini 55.000 jiwa…hal ini perlu di pertanyakan..

    Posted by front pemuda pemekaran kabupaten sungai raya | Agustus 10, 2011, 8:12 pm
  4. lanjutkan , apa yang telah baik……
    semoga Bengkayang jaya….

    Posted by eddy | Oktober 24, 2011, 3:10 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: