//
you're reading...
Adat Dayak dan Budaya, Bengkayang, Lingkungan Hidup Bengkayang, Pemerintahan Desa

Tindakan Polhut Bengkayang Ilegal

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Kecamatan Lumar

Pantak Amba Naya Lumar

[BENGKAYANG]
Tindakan yang dilakukan Dinas Kehutanan Bengkayang Polisi Hutan (Polhut) Bengkayang, yakni dengan melakukan penyegelan dan penyitaan terhadap alat berat yang disewa Kurnadi dengan oleh Pengadilan Negeri Bengkayang tidak sah atau illegal.

Hal ini sesuai dengan Keputusan yang dibacakan Majelis Hakim yang di Ketuai Jimmy W. Lantu pada tanggal 18 Mei 2011 atas Laporan Nomor 01/PID.PRA/2011/PN.BKY yang disampaikan Kurnadi.

Dalam Pembacaan Putusan tersebut, Majelis Hakim menyatakan bahwa pihak pengadilan mengabulkan sebagian laporan pra-peradilan Kurnadi sebagai Pemohon. Sebagian permohonan yang tidak dikabulkan adalah terkait permohonan Kurnadi untuk menuntut ganti rugi kepada pihak Termohon, yakni Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Kalbar.

Kemudian, dalam putusan tersebut Majelis Hakim juga membacakan bahwa penyegelan dan penyitaan dengan cara menggembok dan menahan alat berat Exavator Hitachi Zaxis 210 MF dan dengan demikian pihak Termohon diharapkan untuk segera mengembalikan alat berat tersebut kepada pemiliknya.

Tindakan penyegelan yang dilakukan oleh Polisi Hutan pada Dinas Kehutanan Kabupaten Bengkayang ini terjadi pada 2 Februari 2011 yang lalu dengan tuduhan tindakan mendatangkan alat berat tersebut akan merambah hutan (lindung) dikawasan Gunung Bawang. Sementara menurut Kurnadi, didatangkannya alat berat tersebut bukan seperti yang dituduhkan oleh aparat pemerintah Bengkayang, melainkan dalam rangka melakukan perbaikan jalan dan rencana pembuatan Helipad menuju Gunung Serantak, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar terkait rencana Kunjungan Ka.Ops Intelijen TNI di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia yakni di Kabupaten Bengkayang.

“Exavator itu beroperasi di areal Gunung Serantak karena semata-mata untuk merapikan jalan dan rencana pembuatan Helipad dalam Rangka kunjungan petinggi TNI, dan terbukti pada Tanggal 8 Maret 2011, datang Ka.Ops TNI bersama Jajaran Petinggi TNI Kodam XII Tanjungpura,” terang Kurnadi, Kamis (19/5) di Bengkayang.

Atas tuduhan itulah, Kurnadi akhirnya menempuh jalur hukum. Ia menilai perbuatan yang dilakukan oleh Polhut Bengkayang, yakni Anastasius Akai dan Kawan-kawan adalah semata-mata tindakan yang tidak beraturan dan sewenang-wenang. Apalagi dalam tuduhannya, Kurnadi dianggap telah merambah hutan lindung di Desa Seren Selimbau, Kecamatan Lumar padahal penyegelan tersebut dilakukan di kawasan desa Tiga Berkat.

Secara tegas Kurnadi mengatakan bila tuduhan telah merambah Hutan Lindung merupakan hal yang sangat tidak masuk akal. Dikatakannya, Gunung Serantak bukan merupakan Hutan Lindung dan setiap saat masyarakat melakukan aktivitas penambangan untuk mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara mendulang emas secara manual, di Gunung Serantak juga terdapat kebun Karet Masyarakat dan bahkan Kebun Sahang/Lada. Kemudian lokasi Gunung Serantak juga merupakan bekas Lokasi Pertambangan sejak Zaman Penjajahan Belanda hingga sekarang, bahkan Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia telah mengeluarkan Izin Ekploitasi Atas Nama PT. Pelangi Harapan Jaya yang berlaku dari Tahun 2000 hingga 2011, Kemudian Bupati Bengkayang mengeluarkan Izin ekplorasi pada Tahun 2008 dan 2009 dilokasi yang sama atas nama PT. Furinamas Primantara.

“Jika kawasan Gunung Serantak merupakan kawasan Hutan Lindung, mengapa Pemerintah berani memberikan izin pertambangan kepadan pihak perusahaan?” ungkap Kurnadi dengan nada tanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Kurnadi, Cecep Priyatna, SH.,MH dan Nourwandy, SH membenarkan telah di Praperadilannya Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam BKSDA Provinsi Kalbar.

Dalam penjelasannya, Nourwandy menyebutkan tindakan Penyegelan sebagai bentuk upaya penyitaan dengan menggembok dan merantai exavator Aquo Pada Tanggal 02 Februari 2011 sangat tidak mendasar dan tidak mempunyai dasar sama sekali dan pihak PEMOHON menilai tindakan TERMOHON sudah masuk dalam ranah Ilegal, Melanggar Hukum, dan Tidak Mendasar sama sekali.

Lebih lanjut Nourwandy mengungkapkan terdapat Kerancuan dan mengada-ada pada tindakan TERMOHON sebagai indikasi pelanggaran Pasal 50 ayat (3) huruf a dan atau huruf g jo pasal 78 ayat (2) dan atau ayat (6) dan atau ayat 14 Undang-undang nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, dengan tuduhan merambah Hutan Lindung Gunung Bawang, setelah di kroscek dengan GPS (Geo Stationary System), letak alat berat Aquo tidak berada dikawasan hutan lindung. Lagipula alat berat tersebut didatangkan bukan untuk kegiatan merambah hutan, melainkan untuk merapikan jalan yang sudah ada dan membuat helipad landasan helikopter.

Dengan demikian, tindakan yang dilakukan Termohon oleh Nourwandy merupakan tindakan serampangan, arogan , tanpa hak melakukan kewenangannya atas tindak adanya delik kehutanan, terdapat kedangkalan pola pikir akan tugas dan fungsi Termohon yang hanya mengedepankan Action saja.

“Dan apapun alasannya yang telah dilakukan oleh Polhut tidak syah dan dalam putusan Praperadilan Hari ini (18/05) permohonan kita dikabulkan untuk sebagian oleh Majelis Hakim dan dinyatakan Pelaksanaan penyitaan alat berat exavator merk Hitachi Zaxiz 210 MF tidak syah serta dimintakan Kepada Termohon untuk mengembalikan alat berat kepada pemiliknya melalui Pemohon dan mencabut pengumuman penyitaan yang ada diexavator tersebut” tandas Nourwandy.

Diskusi

3 thoughts on “Tindakan Polhut Bengkayang Ilegal

  1. yang benar lah coz,,,berarti siapa yach yang salah

    Posted by tommy | Mei 19, 2011, 2:03 pm
  2. benar lah coz..jadi selama ini siapa yach yang buta,,,

    Posted by tommy | Mei 19, 2011, 2:06 pm
    • Kemarin, 18 Mei 2011 Majelis Hakim sudah bacakan putusannya. Untuk lebih kuat tinggal tanya Kurnadi lagi. Kanalah rase basaut hah..?? Bait bak.

      Posted by Krisantus Van Sebol | Mei 19, 2011, 2:08 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: