//
you're reading...
Bengkayang, DPRD Bengkayang

Kisruh Tender Proyek, Anggota DPRD Bengkayang Dipolisikan

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[Bengkayang]- Proses pelelangan proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkayang, Rabu (22/6) diwarnai dengan aksi pemukulan dua orang peserta lelang, yakni Irawan dan Badarudin. Dimana menurut pengakuan keduanya, aksi pemukulan tersebut dilakukan oleh salah seorang Anggota DPRD Bengkayang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkayang , Martinus Kajot.

Kejadian ini bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika Irawan hendak memasukan dokumen penawaran pada kotak yang telah disediakan oleh panitia. Sebelum dokumen tersebut diserahkan, sempat terjadi adu argument antara Irawan dan Martinus Kajot. Dalam pengakuannya, Irawan mengatakan adu argument terjadi karena oleh Martinus Kajot, dirinya diminta agar jangan memasukan dokumen penawaran lagi pada paket yang sama dengan alasan paket tersebut merupakan paket milik Partai, PDIP.

Diketahui ada 2 paket yang saat itu diperebutkan keduanya, yakni paket pekerjaan peningkatan ruas jalan Sebalo-Suti Semarang dan ruas jalan Siding. Masing-masing paket bernilai Rp.3 Miliar (Sebalo-Suti Semarang) dan Rp.5 M (ruas jalan Siding).

Karena merasa memiliki hak yang sama, Irawan tidak mempedulikan perihal larangan tersebut. Ia lalu mencoba menerobos masuk, namun dipintu masuk ruangan panitia, Ia sempat dihalangi oleh beberapa orang yang turut serta bersama Martinus Kajot. Meski demikian, Irawan akhirnya bisa menerobos masuk. Setelah masuk, bukannya memasukan dokumen, namun yang dilakukan adalah mengoyak daftar nama peserta lelang dengan maksud agar proses tender tersebut dikaji kembali.

“Paket itukan bukan milik perorangan, jadi siapa saja boleh memasukan dokumen,” ungkap Irawan.

Usai dikoyaknya daftar nama tersebut, terjadilah keributan. Irawan menyebutkan bahwa M. Kajot langsung melakukan tindakan pemukulan terhadap dirinya, yakni dengan memukul leher kemudian menarik baju Irawan hingga terkoyak. Melihat kejadian itu, Badarudin mencoba melerai. Tapi bukannya menjadi penengah, upaya yang hendak dilakukan Badarudin berujung naas pada dirinya. Ia dipukuli hingga babak belur oleh beberapa rekan yang sebelumnya dikerahkan oleh M. Kajot untuk menyerbu kedua Irawan maupun Badarudin.

Melihat situasi yang tidak memungkinkan dan merasa terdesak. Irawan yang sudah bertelanjang dada kemudian melarikan diri hingga masuk kedalam hutan (belakang kantor PU), sementara Badarudin (Ody) yang sudah babak belur diamankan oleh Aparat Kepolisian yang datang terlambat.

“Sedikitnya ada sekitar 15 orang yang melakukan aksi pemukulan, diantaranya adalah M. Kajot, Aleng, Jung Fung dan Norman,” bebernya.

Merasa aman, akhirnya Irawan memberanikan diri untuk sampai di Kantor DPRD Bengkayang yang terletak tidak berjauhan dengan Kantor Dinas PU. Baru setelah itu, Ia bersama Ody langsung berangkat ke Mapolres Bengkayang untuk melakukan laporan dengan nomor laporan TBK/B/203/VI/2011/Kalbar/RES-BKY/SPKT.

Dijelaskannya, dalam laporan itu, pihaknya tidak hanya melaporkan M. Kajot bersama rekan-rekannya terkait aksi pemukulan, tetapi juga melaporkan kepemilikan senjata api laras pendek (pistol) yang turut dibawa oleh Martinus Kajot pada saat kejadian dan hampir saja dikeluarkan.

“Kejadian ini tetap akan kita bawa keranah hukum, agar kedepannya dapat menjadi pelajaran bagi semua dan dapat menjadi peringatan bahwa dalam proses pelelangan proyek tidak ada sistem pengkotak-kotakan, pekerjaan ini milik si A atau si B,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Martinus Kajot membantah jika dirinya telah melakukan pemukulan terhadap Irawan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak sedikitpun berniat mengeluarkan pistol yang berada dipinggang sebelah kirinya. Ia membenarkan bila memang terjadi adu argument antar dirinya dengan Irawan.

“Saya sama sekali tidak pernah memukul Irawan apalagi hingga berniat melakukan penembakan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa, Kajot ini mengaku siap menghadapi proses hukum yang dilakukan oleh Irawan.

Sementara atas kejadian tersebut, Kepala Dinas PU Bengkayang, Ir. Jonathan Peno mengatakan jika proses lelang hari ini batal, maka sesuai dengan Perpres Nomor 54, maka hal itu akan dilakukan dengan proses pelelangan ulang. Namun bilamana hingga proses kedua masih juga tidak menemukan penyelesaian, maka jalan terakhir adalah dikelola oleh Negara.

Diskusi

8 thoughts on “Kisruh Tender Proyek, Anggota DPRD Bengkayang Dipolisikan

  1. ternyata masih ada preman berdasi dalam proses pelelangan tender… sekarang sudah tepat untuk menerapkan proses pendaftaran dan pelelangan dengan sistem komputerisasi / online sehingga tidak ada lagi proses penghalang-halangan oleh pihak2 tertentu terhadap kotak pelelangan.

    Posted by karabibe | Juni 22, 2011, 3:00 pm
  2. simpel saja ,mengapa kontraktor tersebut sampai nekat berbuat seperti itu,jawabannya ” ada yang mau makan pakai skop , ogah pakai sendok ,,,he,,he,,,

    Posted by antony | Juni 24, 2011, 2:25 pm
  3. Anggota atau oknum yg telah melakukan tindak kekarsan seperti itu harus diberi sangsi seberat-beratnya apalagi dia merupakan anggota dewan,cari bukti yg kuat dan beri ganjaran hukuman yg sesuai dengan UU . jangan biarkan hal seperti ini ada di kab,Bengkayang sebab akan mencorengkan Nama bengkayang.

    Tegakkan Hukum setegak tegaknya,jika orang main Uang atau masa Kita main Beliar ja….

    Posted by Thampias Age | Juni 25, 2011, 3:47 pm
  4. kalo seperti ini siapa yang samseng dia yang pemenang,,,
    hukum tidak berlaku jadi gunakan aja hukum rimba…
    yang banyak jimat, dia lah yang berkuasa atas langit dan bumi sebalo…
    hehehe

    Posted by Jendral Michael | Juni 29, 2011, 1:59 pm
  5. Sistem di Bengkayang sepertinya hanya untuk orang2 tertentu…

    Posted by Krisantus Van Sebol | Juni 30, 2011, 5:16 am
    • bagai mana perjalanan proses hukumnya sekarang bang, mohon imformasi lanjut.

      Posted by ber217an | Juli 7, 2011, 4:23 am
      • sekarang masih dalam proses. Tadi sore si Pelapor minta foto terkait legalitas kepemilikan senpi yang digunakan oleh anggota DPRD tersebut. Cuma belum ketemu.

        Posted by Krisantus Van Sebol | Juli 11, 2011, 1:59 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: