//
you're reading...
Bengkayang, Pemerintahan Desa

Polemik Pilkades Suti Semarang, Bupati Bengkayang Akan Diperkarakan

Oleh : YOPI CAHYONO, S.Hut

[SUTI SEMARANG]- Tak hanya Pilkada Bupati atau Gubernur saja yang mengalami polemik. Ditingkat Desa pun, proses demokrasi tersebut tak terlepas dari masalah. Seperti yang terjadi dalam Pilkades Suti Semarang, dimana untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, setiap Balon harus mengeluarkan biaya pendaftaran sebesar Rp. 5 juta. Hal ini tentunya sangat memberatkan.

Markus Sasi (32), Warga Desa Suti Semarang mengatakan, dirinya tidak terima atas kebijakan panitia Pilkades Suti Semarang yang membuat kebijakan yang sewena-wena dan tanpa ada dasar aturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Keputusan Panitia pemilihan kepala Desa Suti Semarang No. 2/2011, menetapkan besaran jumlah biaya yang dibebankan kepada setiap cakades sebesar lima juta rupiah.

“Panitia memberlakukan pungutan kepada calon kades yang mendaftar sebesar lima juta rupiah per calon. Padahal Bupati Bengkayang saat melantik Camat Suti Semarang pada Rabu (25/5) lalu mengarahkan tidak diperkenankannya pemungutan atau biaya bagi orang yang mencalonkan diri dalam Pilkades,” ungkap Sasi ditemui di Jalan Sanggau Ledo, Selasa (14/6).

Sasi menjelaskan, beranjak dari arahan Bupati Bengkayang ia memprotes kebijakan panitia Pilkades Suti Semarang yang juga sebagai Ketua BPD Suti Semarang yakni K Kasim. 10 Mei lalu ada pertemuan di kediaman ketua panitia Pilkades, para cakades menolak kebijakan panitia. Namun, tidak digubris dan ini seolah-olah mereka tidak menghargai kebijakan Bupati Bengkayang dan Camat Suti Semarang.
Parahnya, pembentukan panitia Pilkades banyak tidak diketahui oleh masyarakat Suti Semarang. Tiba-tiba beredar pengumuman panitia terpilih. Selain itu, kebijakan atau keputusan Panitia Pilkades Suti Semarang tidak ditanda tangani oleh Kades lama yakni Petrus Landu dan camat Suti Semarang, Sukirno.

“Apabila panitia Pilkades masih memberlakukan kebijakannya, maka ia akan membawa perkara ini ke ranah hukum dan saat ini telah menunjuk pengacaranya. Sama halnya Bupati Bengkayang dan Camat Suti Semarang akan di tuntut juga,” tegas Sasi.

Robertus, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang menerangkan, dalam permasalahan ini seharusnya Bupati Bengkayang melakukan evaluasi staffnya yang tidak mendukung kebijakan pimpinannya termasuk Camat Suti Semarang.

“Apabila tidak sesuai dengan aturan, kenapa dilanjutkan. Hal ini dapat ditunda dahulu apabila tidak ada dana dari Pemda Bengkayang. Apalagi Bupati Bengkayang sudah menghimbau kepada warga Desa Suti Semarang,” saran Legislator asal Desa Suti Semarang ini ditemui diruang kerjanya, kemarin.
Robert mempertanyakan siapa yangmelegalitaskan panitia Pilkades tersebut. Seharusnya Bupati Bengkayang melalui instansi terkait harus segera menangani hal ini karena akan berdampak kepada polemic hukum.

“Saya sangat kesal dengan Bupati Bengkayang karena tidak segera tanggap permasalahan ini karena akan menimbulkan konflik horizontal. Walaupun Bupati Bengkayang sudah memberikan arahan agar tidak ada pungutan dari cakades tetapi staff bawahannya tidak langsung menanggapi sehingga panitia dengan sewenana-wena memungut biaya pendaftaran cakades,” kesal Legislator PDI Perjuangan dari dapil III ini.

Perlu diketahui, Pemerintahan Desa sah di NKRI dan merupakan bagian dari struktur pemerintahan RI. Biaya apapun yang dikeluarkan dari Pilkades seharusnya ditanggung oleh Negara bukan Cakadesnya. Pemilihan Presiden, Gubernur, dan Bupati ditanggung oleh Negara tetapi Pilkades tidak.

“Ini sangat tidak masuk akal,” tandasnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: