//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, DPRD Bengkayang, Infrastruktur, Pemda Bengkayang, Pemerintahan Desa, Perkebunan

*Jembatan Putus Perusahaan Tutup Mata, Pemda Masa Bodoh

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Kecamatan Lembah Bawang

Jembatan yang mengakses ke Kecamatan Lembah Bawang Terputus

[LEMBAH BAWANG] –
Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang sepertinya menutup mata terhadap kondisi infrastruktur jalan yang ada didaerah tersebut.

Bukannya membantu Pemda Bengkayang mempercepat proses pembangunan, perusahaan malah turut andil dalam mempercepat kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk menuju kecamatan yang belum teraliri listrik itu dengan pengoperasian truk dan alat berat.

Kesan menutup mata itu tampak jelas ketika truk-truk perusahaan (perkebunan sawit dan pertambangan) menyeberangi sungai tanpa melalui jembatan. Belum lagi dampak debu dan kerusakan jalan yang disebabkan oleh aktivitas tersebut. Tindakan ini benar-benar mengeruk keuntungan semata tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

Sementara itu, Pemda Bengkayang dinilai bersikap masa bodoh. Seharusnya pihak pemerintah berani mengambil sikap yang bersifat mewajibkan agar setiap perusahaan yang berinvestasi didaerah memiliki komitmen yang kuat terhadap percepatan pembangunan diwilayah operasinya. Seperti melibatkan pihak perusahaan dalam pembangunan jembatan atau perbaikan jalan yang dilalui sehingga keduanya memiliki tanggungjawab yang sama untuk merawat infrastruktur yang sudah ada.

Kecamatan Lembah Bawang

Jembatan Rusak, Perusahaan Tutup Mata, Pemda Masa Bodoh

Disamping itu, masyarakat dimana beroperasi perusahaan semestinya berani membuat gebrakan atau setidaknya memberi tekanan kepada pihak perusahaan agar turut terlibat dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan diwilayah mereka.

Hal tersebut menjadi perhatian penting karena sejak beberapa waktu yang lalu banyak jembatan yang mengakses Kecamatan Lembah Bawang terputus sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat terhambat. Tidak hanya masyarakat setempat, salah seorang pegawai (negeri) yang bertugas di Kecamatan itu mengalami kesulitan ketika hendak pulang kerja karena terjadi luapan banjir pada sungai yang tak memiliki jembatan (terputus). Adapun jembatan putus yang dimaksudnya terdapat di Dusun Sansak.

“Tidak hanya saya sendiri, pegawai lain dan juga masyarakat baik yang datang dari arah Sungai Betung maupun Lembah Bawang kesulitan menyeberangkan sepeda motor mereka karena banjir besar,” ungkap MS, pegawai yang tak ingin inisialnya disebutkan, Jumat (4/11) di Bengkayang.

Sementara itu, salah seorang guru yang bertugas diwilayah tersebut, Yuliana, Sabtu (5/11) mengatakan, akibat banjir dan terputusnya jembatan membuatnya tidak bisa pulang ke tempat asal dihujung minggu ini. Kesulitan ini diakuinya karena dirinya menggunakan jasa tukang ojek (sepeda motor) untuk bisa kembali menuju Kota Bengkayang.

“Saya tak bisa pulang minggu ini, karena banjir,” ungkapnya.

Meskipun banjir meluap disetiap sungai, sebenarnya dia bisa saja kembali ke Kota Bengkayang, hanya yang menjadi permasalahan kendaraan tidak bisa melewati jalur sungai karena banyak jembatan yang terputus.

Dimus, salah seorang warga setempat sangat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah maupun perusahaan terhadap perbaikan infrastruktur didaerah mereka. Padahal infrastruktur seperti jembatan sangatlah penting dalam menunjang mobilisasi masyarakat.

Kecamatan Lembah Bawang

Data Olahan Yang Dibuat Pihak Kecamatan Mengenai Jumlah Jembatan Yang Ada di Kecamatan Lembah Bawang

“Jembatan itu (di dusun Sansak) sebenarnya sudah lama terputus, tapi hingga sekarang tak kunjung diperbaiki,” terangnya, Sabtu (5/11) via telepon selular.

Menurutnya, jembatan tersebut tentunya tak akan cepat rusak apabila tidak dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat, khususnya truk. Adapun sebagian besar warga yang berlalulintas hanya sebatas menggunakan sepeda motor. Dimus menggambarkan bila sebagian besar jembatan yang ada di daerah tersebut terbuat dari kayu makanya ketika kendaraan berat melintasinya jembatan dengan begitu cepat rusak.

“Sekarang lihat akibatnya, ketika banjir datang. Aktivitas warga terganggu,” kesalnya.

Dimus berharap baik kepada pihak pemerintah maupun perusahaan agar dapat memperhatikan pembangunan infrastruktur didaerah mereka sehingga tidak terkesan diabaikan. Karena hal itu dimaksud untuk mempercepat tercapainya kemajuan di Kecamatan Lembah Bawang.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: