//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, DPRD Bengkayang, Infrastruktur, Kecamatan Lumar, Pemda Bengkayang, Sosial

Tiga Tahun Tak Mengalir, Masyarakat Ancam Tutup Pintu Air

Alan : “Pengajuan Melalui Musrenbang Tak Ditanggapi,”

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

KESABARAN masyarakat di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar akhirnya tampaknya sudah mulai hilang. Sempat menikmati sebentar derasnya air PDAM yang mengalir hingga kerumah mereka, 3 tahun sudah air tersebut tak juga mengalir. Masyarakat kemudian mengancam akan menutup jalur dan penampungan air PDAM yang terletak di Dusun Madi. Masyarakat merasa kesal karena selama beberapa tahun terakhir ini mereka telah menyampaikan permasalahan yang dihadapi, tidak hanya kepada pengelola PDAM tetapi juga sudah disampaikan ke pihak pemerintah baik melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) maupun penyampaian secara langsung. Oleh karena itu, rencana penutupan yang dimaksud merupakan cara terakhir yang ingin ditempuh agar kedua pihak segera memperhatikan distribusi air bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, sumber air PDAM Bengkayang sendiri berasal dari mata air gunung (barisan Gunung Bawang) dimana tempat penampungannya terletak di Dusun Madi, Kecamatan Lumar. Adapun distribusi air sejatinya terdiri dari dua pipa utama yang mengaliri wilayah Desa Tiga Berkat dan pipa induk yang mengaliri air ke Kota Bengkayang. Saat ini air yang didistribusikan ke kota Bengkayang tetap mengalir dengan lancar. Dari informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Tiga Berkat, diketahui saat ini jumlah Kepala Keluarga yang ada di desa berjumlah kurang lebih sekitar 600 KK, ini berarti ribuan orang sangat mengharapkan distribusi air yang lancar dari PDAM. Alan, selaku Kepala Desa menyebutkan selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, masyarakat sebatas mengandalkan air tadah hujan maupun air sumur. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, masyarakat memanfaatkan air Sungai Ledo yang jaraknya cukup jauh serta air parit terdekat.

“Setakat ini sudah banyak masyarakat yang mengadu dan mengeluh dengan kondisi yang terjadi. Bahkan tidak sedikit masyarakat di Desa Tiga Berkat yang menghendaki agar pintu air tersebut ditutup saja sampai ada perhatian atas saluran pipa air di Desa Tiga Berkat,” ungkap Alan yang ditemui, Jumat (10/2) dikediamannya. Menurut Alan, adalah hal yang wajar jika hal itu disampaikan oleh masyarakat karena memang sudah 3 tahun ini sulit menikmati air bersih meski harus membayar biaya pemakaian setiap bulannya. Bahkan dengan ditentukan tarif pemakaian hal itu malah semakin mempermudah penertiban bagi para pengguna setempat asalkan air dapat didistribusikan dengan lancar.

Salah seorang warga yang tak ingin namanya dikorankan mengaku sudah cukup jenuh dengan kondisi yang terjadi, karena selama ini dirinya cukup kesulitan memperoleh air bersih. Munculnya rencana penutupan saluran air didukungnya sampai mendapat perhatian atau diatasinya masalah tersebut. Dihubungi melalui telepon seluler, Direktur PDAM Bengkayang, Barudin, SH menjelaskan bila kondisi yang dialami masyarakat di Desa Tiga Berkat itu semata disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada pipa. Kondisi yang sudah berlangsung lama ini diakuinya belum dapat diatasi karena keterbatasan dana, apalagi sejak awal kontribusi dari para pengguna di wilayah tersebut tidak berjalan lancar. Guna mengatasi permasalahan itu, Barudin mengatakan jika pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi yang terjadi kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif serta Dewan Pengawas PDAM.

“Bahkan saya pernah membicarakan masalah ini kepada Anggota Dewan (DPRD) yang berasal dari daerah setempat agar dalam penggunaan anggaran, pemerintah dapat menyisipkan anggaran bagi perbaikan saluran yang dimaksud,” terang Barudin.

Sementara itu, Yulianus Suling, Warga Dusun Sebol menyarankan agar pemerintah dapat berperan dalam penyelesaian masalah yang terjadi dengan memberikan solusi yang terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, upaya yang sebaiknya dilakukan adalah bagaimana keterlibatan pemerintah agar air PDAM dapat mengaliri setiap saluran air warga di Desa tersebut dengan memberikan tekanan atau himbauan kepada para pengguna agar bersedia membayar biaya penggunaan air. Dengan adanya biaya yang dikenakan tersebut, katanya akan membantu PDAM dalam memperoleh biaya perawatan pipa.

“Bila perlu, seandainya warga di Dusun Lumar atau Mabak tidak mau membayar, PDAM dapat membuat jalur lain untuk mengaliri air di Dusun Sebol karena disini kami semua (warga Sebol) telah bersepakat untuk dikenakan biaya apabila air didistribusikan dengan lancar,” ungkapnya.

Bersama warga lainya, Suling menjelaskan saat ini dalam memperoleh air baik air minum, mencuci dan untuk kebutuhan lainnya, Ia memanfaatkan air sumur yang dialirkan kerumah dengan cara membuat saluran/parit. Menanggapi adanya keinginan warga lain yang berniat menutup pintu air di Intake Madi, Suling menegaskan hal tersebut tidak harus dilakukan bila memang masih ada solusi untuk mengatasi permasalahan.

Pengajuan Melalui Musrenbang Tak Ditanggapi

Melihat kondisi yang telah berlangsung lama, Alan menyebutkan berbagai upaya telah dilakukannya sebagai perangkat desa. Paling sering adalah melalui pengajuan kepada pemerintah melalui kegiatan Musrenbang, setidaknya sudah 4 tahun berturut-turut dengan maksud agar pemerintah dapat menyisipkan anggaran bagi perbaikan pipa.

“Meski sudah berulangkali dilakukan, pengajuan melalui Musrenbang tak juga ditanggapi,” kata Alan.
Alan mengungkapkan, pengajuan tersebut terus dilakukan karena hal itu menyangkut kebutuhan hidup masyarakat banyak. Bahkan Ia sendiri mengaku sudah bosan menyampaikannya masalah tersebut setiap Musrenbang digelar. Dikatakannya, pengajuan sudah dimulai sejak 2009 yang lalu kemudian 2010, 2011 ditambah lagi pada tahun ini.

“Jika memang masyarakat berencana menutup jalur air, hal itu merupakan sesuatu yang wajar karena saat ini mereka sudah jenuh menunggu perbaikan pipa,” tandasnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: