//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, DPRD Bengkayang, Pemda Bengkayang

Website Bengkayang, Biaya Besar, Sulit Diakses dan Minim Informasi

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, Kalbar Times –

Sulit diakses dan minim informasi pembangunan daerah merupakan gambaran atas kondisi website kabupaten Bengkayang dengan domain http://www.bengkayangkab.go.id yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Padahal anggaran daerah yang mesti dikeluarkan untuk pengelolaan sarana informasi tersebut cukup besar. Adapun besarnya anggaran yang diperuntukkan bagi perawatan website yang dianggarkan dalam APBD Bengkayang tahun 2012 yakni Rp.122 juta.

“Seringkali jika saya coba mengakses alamat website tersebut yang muncul hanyalah Server Not Found atau Server Tidak Ditemukan,” kata salah seorang Mahasiswa asal Bengkayang.

Akibatnya, hal pertama yang dirasakannya ialah kesulitan dalam mengakses informasi terkini yang terjadi didaerah. Padahal dengan kemudahan mengakses internet saat ini hal itu seharusnya dapat memudahkan untuk memperoleh informasi sekaligus mengurangi pengeluaran karena untuk mengakses internet tidak mesti mengeluarkan biaya yang tinggi.

“Website Bengkayang pada dasarnya hanya sebagai formalitas belaka. Bagaimana tidak, setiap kali dalam jangka waktu tertentu kita mengakses situs tersebut, informasinya yang ditampilkan masih yang itu lagi. Jarang di update,” terang salah seorang warga Bengkayang, Hendro beberapa waktu lalu.

Selain jarang di-update, informasi yang ditampilkan hanya berupa luarannya saja, tidak detail. Disamping itu, informasi-informasi penting seperti data APBD, PAD, Data Pegawai serta banyak lagi informasi terkait Pemda setempat tidak pernah ditemukan dalam situs ini. Keberadaan website daerah sangatlah penting. Selain dapat diakses kapan, dimana, oleh siapa saja atau tidak terbatas ruang dan waktu, keberadaan website daerah memiliki potensi yang tidak kalah pentingnya dengan keberadaan media lainnya. Dikatakannya lagi, bila memang keberadaan situs daerah ini mampu dikelola dengan maksimal, bukan tidak mungkin akan mendatangkan para investor sebabnya mereka telah mendapatkan berbagai gambaran tentang Bengkayang.

Maka tidak heran apabila tingkat transparansi pengelolaan anggaran di Kalbar masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra). Dari lima daerah yang diteliti yakni Sambas, Bengkayang, Sekadau, Melawi, dan Singkawang diketahui hanya Kabupaten Sambas yang dinilai transparan dalam pengelolaan anggaran.

Di seluruh Indonesia ada 20 kabupaten atau kota yang diteliti. Lima di antara di Kalimantan Barat. Dalam laporan ini, Sambas berada pada kategori cukup transparan dengan skor 50,9. Sementara itu Melawi menempati posisi ke 7 dengan nilai 33,6, Singkawang di urutan ke 12 dengan nilai 24,3, Bengkayang pada urutan 17 dengan nilai 17,3, dan Sekadau menempati urutan paling buncit yakni 19 dengan nilai 12,2. Keempat daerah ini mendapat kategori kurang transparan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: