//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, DPRD Bengkayang, Pemda Bengkayang

Gunawan : “Hantupun Kami Dukung Bila Punya Niat Membangun,”

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

DPRD Bengkayang

Anggota DPRD Bengkayang, Gregorius Gunawan, SH

Bengkayang (Kalbar Times)–
Seiring perjalanan waktu hingga 67 tahun usia Kemerdekaan RI, berbagai perubahan akibat proses pembangunan terjadi di Negeri ini. Otonomi Daerah (Otda) merupakan salah satu dari adanya proses tersebut. Namun, dengan rentang waktu tersebut apakah proses pembangunan (infrastruktur) sudah dirasakan secara merata oleh masyarakat? Ternyata, tidak. Buktinya masih ada ditemukan daerah di Kabupaten Bengkayang, ini yang belum menikmati hasil pembangunan seperti akses jalan, jaringan listrik, jaringan air bersih, sarana telekomunikasi yang layak.

Salah satu daerah yang dimaksud adalah Kecamatan Siding. Meski terletak pada posisi yang strategis, yakni diperbatasan RI-Malaysia, ternyata pembangunan diwilayah tersebut sangatlah minim. Kondisi dilapangan menunjukkan, tidak ada satupun akses jalan beraspal licin yang menghubungkan antar desa dari 8 Desa yang ada. Sementara untuk jaringan listrik, sebagian masyarakat hanya mengandal mesin genset atau PLTS sedangkan untuk jaringan air bersih, masyarakat kebanyakan membuat jaringan tersendiri. Tak jauh beda, sarana telekomunikasi seperti tower telepon seluler juga hanya ditempatkan di jantung kota kecamatan, Siding.

Maka dengan kondisi yang terjadi itulah, warga Kecamatan Siding sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah, baik pusat maupun daerah terhadap pembangunan didaerah mereka sehingga mereka juga dapat merasakan hal yang sama dengan daerah-daerah yang lebih dulu maju. Apalagi letak kecamatan yang sangat strategis di perbatasan, tentunya kemajuan itu akan menjadi cerminan langsung negara tetangga terhadap bangsa ini.

“Hantupun kami dukung apabila punya niat membangun daerah ini, apalagi jika manusia,” ungkap salah seorang warga Sebujit, yang juga Legislator DPRD Bengkayang, Gregorius Gunawan, SH kepada wartawan, Rabu (12/9) di ruang kerjanya. Artinya, siapa saja yang punya kemauan menjadikan daerah ini lebih maju, tak peduli apapun status orang yang dimiliki asal memberikan dampak yang baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat maka akan selalu didukung.

“Asalkan niat tersebut harus sesuai dengan ketentuan atau prosedur yang berlaku,” pintanya.
Pernyataan yang disampaikan Gunawan tak terlepas dari kondisi yang terjadi dilapangan saat ini, yang mana ruas antara Merendeng – Sebujit akan segera dibangun lebih baik (aspal). Namun dikhawatirkan akan menimbulkan tumpang tindih antara dua pihak yang mengklaim berhak mengelola pembangunan jalan tersebut, yakni Badan Pengelola Daerah Perbatasan (BPNP) Kabupaten Bengkayang dengan PT. Estrada Multi Perkasa.

Sebagai legislator yang turut menyetujui dana pembangunan jalan tersebut dalam APBD Bengkayang, Gunawan menyebutkan bahwa dana yang akan digunakan sebesar Rp.4.9 Miliar. Dan pada pertengahan September ini seharusnya pihak BPNP Bengkayang sebagai pengelola sudah mulai bekerja. Namun terkendala karena keberadaan PT. EMP yang mengklaim pembangunan ruas jalan tersebut dikerjakan oleh pihak mereka dengan menggunakan dana APBN yang tak dapat dijelaskan berapa besar pagu dana yang dimiliki serta melekat dimana (apakah PU atau BPNP Pusat) dana tersebut. Ketika dimintai gambar pekerjaan ataupun kontrak pekerjaan, Humas PT. EMP tidak dapat menunjukkan semuanya.

“Belum jelas (data perusahaan). Hanya yang pasti saat ini PT. EMP telah membangun camp di Gunung Batu dan telah membeli lahan warga serta telah membuat adat di Merendeng maupun Sebujit dengan anggapan warga telah menyetujui aktivitas mereka,” terangnya.

Menurut Gunawan, inilah yang membuat aktivitas yang hendak dilakukan oleh BPNP Bengkayang untuk sementara belum berjalan karena khawatir tumpang tindih. Oleh karena itu, Kepala BPNP Bengkayang, Dodorikus AP, menelusuri kebenaran pekerjaan yang diklaim oleh PT.EMP pada instansi yang berkaitan. Lebih lanjut Gunawan menyebutkan sebenarnya kondisi itu tak akan terjadi bila saja PT. EMP jauh hari berkoordinasi dengan Pemda Bengkayang, baik Dinas PU, BPNP Bengkayang ataupun Bappeda (terkait tata ruang).

“Apapun jenis pembangunannya, darimanapun asal dananya, seharusnya PT.EMP maupun pihak mana saja yang berniat membangun daerah ini terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah setempat guna menghindari kemungkinan munculnya hal-hal tidak diinginkan,” pintanya.

Perhatian yang ditunjukkan pemerintah pusat dengan mengganggarkan dana bagi pembangunan di Siding merupakan hal yang sangat dinanti-nantikan masyarakat karena otomatis pembangunan di Siding akan semakin cepat dinikmati. Kemudian ditambah lagi dengan anggaran dari daerah, tentu dengan semakin besarnya dana yang dimiliki maka semakin besar pula volume pekerjaan yang dapat dihasilkan.

“Bila saja jauh hari sebelumnya instansi terkait berkoordinasi dengan Pemda Bengkayang mengenai upaya mereka untuk mengganggarkan pembangunan ruas jalan Merendeng-Sebujit, tentu disini (anggaran APBD Bengkayang) akan dialihkan untuk pembangunan ruas jalan yang lain, misalnya Sebujit-Tangguh/Tamong/Siding, jadi dana yang ada menjadi lebih efektif,” selorohnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: