//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Pemda Bengkayang, Perkebunan

Warga Kinande Menuntut Hak Pada PT. Darmex Agro (1)

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL,

Desa Kinande

IPDA Isbandi, D.R Tarigan, Pilipus, Rodianus Tumpok

Bengkayang (Kalbar Times) –
Enam tahun (2006) bukanlah waktu yang singkat bagi warga Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang untuk menunggu pembagian kebun plasma dari PT. Darmex yang selama itu terus membuka lahan dan menanam sawit diatas tanah warga. Selama enam tahun berlalu, sudah seringkali warga menuntut agar pihak perusahaan secepatnya menentukan areal mana yang akan dikelola mereka. Kesepakatan yang dibuat telah dianggap seagai secarik kertas yang tidak memiliki nilai. Manejemen PT. Darmex Agro selalu mengingkari kesepakatan yang semestinya menjadi kewajiban mereka.

Melihat situasi demikian, sejak 15 September 2012, warga mulai melakukan aksi damai. Mereka meminta manajemen perusahaan duduk satu meja guna memutuskan areal yang mesti menjadi kebun plasma masyarakat. Namun pada aksi tersebut, tidak ada seorangpun pengambil kebijakan di perusahaan yang bisa dihadirkan dengan alasan tidak berada ditempat. Maka pada saat itu juga warga meminta kepada salah seorang karyawan perusahaan untuk menghantar satu unit mobil Dumptruck ke Desa Kinande untuk diamankan. Pengamanan yang dilakukan dimaksud agar dalam waktu dekat manejemen perusahaan dapat menghadirkan pimpinan mereka ditengah masyarakat guna memutuskan areal kebun plasma masyarakat. Akan tetapi hingga tanggal 18 September, pihak perusahaan tak juga menunjukkan itikad baik. Tak ada seorangpun perwakilan yang datang untuk melakukan negoisasi dengan warga.

Maka, pada tanggal 19 September, aksi kembali digelar. Sekitar 30-an warga kembali mendatangi areal perkebunan, guna menuntut hal yang sama. Namun karena belum bisa dipertemukan dengan pimpinan perusahaan, warga kemudian meminta pihak perusahaan untuk menghentikan segala aktivitas mereka, baik pengembangan, pengolahan kebun maupun pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Agar permintaan tersebut benar-benar dipenuhi, warga akhirnya mengamankan kunci salah satu alat berat.

Tidak puas melihat tabiat perusahaan yang tak kunjung berupaya menyelesaikan persoalan, untuk yang ketiga kalinya, warga kembali melakukan aksi pada 2 Oktober kemarin. Dimana sekira 100-an warga mendatangi areal perkebunan. Masih dengan tuntutan yang sama. Namun pada aksi kali ini, warga berhasil bertemu dengan Manejer PT. Darmex Agro, D.R Tarigan dan Anda Wanderi. Bersama warga, kedua karyawan perusahaan tersebut dimintai agar dapat menghadirkan pimpinan PT. Darmex Agro agar dapat memberikan keputusan segera terkait areal kebun plasma bagi warga. Pertemuan terjadi hampir enam jam.

Pada pertemuan tersebut, dengan penuh kesadaran, baik D.R Tarigan yang mewakili PT. Darmex Agro maupun Kepala Desa Kinande, Pilipus yang mewakili masyarakat berhasil membuat kesepakatan. Dimana dalam jangka waktu dua hari (hingga Kamis, kemarin) pihak perusahaan harus sudah bisa menentukan areal mana yang ditunjuk menjadi areal kebun plasma bagi masyarakat. Penandatanganan itu juga disaksikan oleh Kapolres Bengkayang melalui Kapolsek Samalantan, IPDA Isbandi.

“Adapun inti dari kesepakatan yang dibuat adalah meminta agar pihak perusahaan dapat menentukan lahan mana yang akan dijadikan kebun plasma. Permintaan tersebut disepakati harus ada keputusan hingga dua hari kedepan (Kamis, kemarin),” kata Pilipus, Selasa (2/10) dikediamannya. (bersambung…. Terbit “Pihak Perusahaan Diduga Manfaatkan Centeng”).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: