//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang

Warga Kinande Menuntut Hak (4) Rodianus : “Mustahil Pemda Tak Punya Data Perijinan PT. Darmex”

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. Darmex Agro

Pertemuan Masyarakat dengan Perwakilan PT. Darmex Agro yang dimediasi oleh Pemda Bengkayang

Bengkayang (Kalbar Times) –
Enam tahun berlalu dan sejak 2010 yang lalu investasi perkebunan kelapa sawit yang dilakukan PT. Darmex Agro di Desa Kinande telah memasuki masa panen. Akan tetapi, pada saat pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan di Lantai IV Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (4/10) pihak pemerintah (TP3K) tak mampu menjelaskan perihal perijinan yang telah dikantongi oleh perusahaan seperti ijin Hak Guna Usaha (HGU), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Ijin Pengolahan Kayu (IPK), Ijin Usaha Perkebunan (IUP), Surat Ijin Lokasi bahkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada perwakilan masyarakat Desa Kinande yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Mustahil Pemda Bengkayang tak mengetahui data perijinan PT. Darmex Agro yang telah bertahun-tahun berinvestasi di daerah ini,” ungkap Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Rodianus Tumpok.

Menurut Tumpok, meskipun pimpinan pada organisasi pemerintahan kabupaten Bengkayang telah berganti, baik Bupati, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan instansi terkait lainnya tak mungkin data-data tersebut bisa hilang begitu saja. Dikatakannya, apabila Pemerintah lebih berani mengungkapkan data-data perijinan yang dikantongi PT. Darmex Agro, tentunya akan mempermudah Pemerintah untuk memaparkan hak dan kewajiban yang harus dipatuhi perusahaan.

Tak Ada Keputusan, Masyarakat Siap Ambil Tindakan

Terkait pertemuan yang telah diadakan di Kantor Bupati, Kamis (4/10) kemarin, masyarakat telah bersepakat, apabila dalam jangka waktu satu minggu sejak pertemuan tersebut atau tepatnya pada Kamis (11/10) ini akan mengambil tindakan sebagaimana yang dianggap terbaik.

Sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani Manejer PT. Darmex Agro, D.R Tarigan dan Kepala Desa Kinande serta disaksikan langsung Kapolres Bengkayang melalui Kapolsek Samalantan seharusnya pada Kamis (4/10) kemarin warga sudah bisa melakukan pengkaplingan kebun plasma pada tanah mereka yang oleh pihak perusahaan ditanami kelapa sawit. Namun tindakan tersebut urung dilaksanakan karena pada hari itu juga diadakan lagi pertemuan antara masyarakat dengan perusahaan yang dimediasi oleh Pemerintah (TP3K).

“Kita tunggu hingga Kamis (11/10) besok, bila memang perusahaan tidak mampu mengambil keputusan, maka jangan salahkan jika masyarakat Kinande mengambil tindakan untuk melakukan pengkaplingan atas kebun sawit diatas mereka,” demikian tegas Ketua I DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kristianus, SH.

Ia mengatakan bahwa adanya upaya yang hendak dilakukan oleh masyarakat Kinande itu merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya mereka berupaya menuntut hak atas tanah mereka yang selama ini dikelola perusahaan.

“Masyarakat juga bosan menunggu niat baik PT. Darmex Agro untuk segera menentukan areal kebun plasma,” tambah Kristianus.

Sementara itu, menambah apa yang telah disampaikan Ketua I DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kades Kinande, Pilipus menyebutkan apabila pada Kamis besok belum juga ada keputusan dari pihak perusahaan terkait kebun plasma, Ia selaku wakil masyarakat meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan segala aktivitas yang terjadi di areal perkebunan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: