//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Perusahaan Sawit Bengkayang, Polres Bengkayang

Negoisasi Tak Tercapai, PT. TPA Basmi Pohon Sawit

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. TPA

Tanaman Kelapa Sawit dimatikan

Bengkayang (Kalbar Times) –
Setelah berupaya melakukan negoisasi selama bertahun-tahun namun tak juga menemukan kesepahaman dengan masyarakat pemilik lahan, akhirnya mulai Rabu (21/11) kemarin, pihak perusahaan, PT. Tanggi Prima Agro (TPA) membasmi pohon kelapa sawit dari lahan masyarakat yang tidak menginginkan kemitraan. Pembasmian kelapa sawit yang telah menjalani masa panen kurang lebih 2 tahun itu rencananya akan dilakukan terhadap 60 Hektar lahan milik warga yang tidak bersedia menjalin kemitraan. Adapun teknik yang digunakan dalam proses pembasmian tanaman tersebut ialah dengan cara diberikan petisida merk Roundup pada lubang yang dibuat menggunakan Chainsaw. Dari pengamatan dilapangan, diketahui pembasmian itu dilakukan sekurangnya oleh 30 tenaga dengan memanfaatkan 7 unit mesin Chainsaw dan ratusan liter petisida. Ratusan pohon kelapa sawit yang dibasmi tahap awal itu merupakan tanaman yang 5 tahun lalu diresmikan (tanam perdana) oleh Bupati Bengkayang 2005-2010, Drs. Jacobus Luna, M.Si.

“Untuk tahap pertama pembasmian tanaman akan dilakukan pada tanaman yang berada diatas lahan milik Edward Tenlima dan Joni Tenlima dengan luas 14 Hektar,” kata Humas PT. TPA, Lodo, Kamis (22/11) di lokasi kebun.

Adapun beberapa tawaran yang diberikan oleh pihak perusahaan diantaranya adalah dengan menawarkan opsi pembagian 70 % : 30 % bagi pengelolaan lahan. Kemudian opsi lainnya, masyarakat berhak menguasai tanaman kelapa sawit dengan syarat mengganti rugi biaya penanaman, pemeliharaan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.

“Kami juga telah mencoba mengupayakan hal itu hingga ketingkat pemerintah hingga beberapa kali, namun tak juga menemui hasil yang terbaik,” tambah Direktur PT. TPA, M. Zubairin.

Secara keseluruhan, lahan milik PT. TPA yang berada di Desa Sango, Kecamatan Sanggau Ledo berjumlah 132 Hektar. Jumlah itu akan berkurang apabila masyarakat yang memiliki 60 Hektar lahan benar-benar dibasmi. Sementara di Desa Jesape (Ledo) dan Desa Kamus (Tujuhbelas) secara keseluruhan berjumlah 318 Hektar. Apabila tanaman kelapa sawit yang berada diatas 60 Hektar lahan warga dibasmi semuanya, maka resiko kerugian yang dialami pihak perusahaan kurang lebih berkisar Rp.700 juta keatas. Dengan rincian biaya yang telah dikeluarkan untuk 1 Hektar adalah Rp.65 juta.

“Mengingat kerugian besar yang telah dialami pihak perusahaan, baik secara materi maupun non materi (waktu, tenaga, dll) maka kami akan meneruskan permasalahan ini ke meja hukum guna memperoleh keadilan,” tegas Penasehat Hukum PT. TPA, Zakarias, SH.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: