//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Infrastruktur, Pemda Bengkayang

Jembatan Tampe Atas Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Kelurahan SebaloPada tahun 2010, telah dilakukan perehaban terhadap jembatan menuju Tampe Atas, Kelurahan Sebalo. Namun setahun kemudian, keadaan jembatan berada diatas sungai Sekong itu sudah mulai miring. Dan terakhir, pada Rabu (21/11) minggu kemarin, jembatan yang menghubungkan 66 Kepala Keluarga dengan jantung kota Bengkayang terputus. Masyarakat kesulitan.

“Ambruknya jembatan membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk aktivitas belajar mengajar di SDN 15 Tampe Atas juga terganggu. Dan saya sendiri tidak bisa menyadap karet karena motor saya tidak bisa melewati jembatan tersebut,” ungkap salah seorang warga setempat, Sihin (48), Senin (26/11) yang dijumpai wartawan ini sedang melintas.

Dari pantauan dilapangan, Jembatan berukuran 12 (P) x 4 (L) itu, terbuat dari balok berukuran 20 x 20 itu terlihat patah dibagian tengah akibat tanah pada pondasi longsor. Akibat ambruknya jembatan tersebut, masyarakat setempat secara bergotong-royong membuat jembatan darurat berukuran 1 Meter, cukup untuk dilintasi sepeda motor namun tidak bisa untuk dilewati kendaraan roda empat.

Terkait ambruknya jembatan menuju kediamannya, Bupati LIRA Bengkayang, J.B Marbun., pada hari yang sama, meminta kepada pemerintah daerah agar segera memperhatikan kondisi tersebut dengan cara melihat langsung ke lokasi serta mempercepat proses perbaikan jembatan. Hal ini disebabkan karena Jembatan yang ambruk tersebut merupakan penghubung utama masyarakat dengan jantung kota Bengkayang. Apalagi dengan adanya aktivitas belajar mengajar di Tampe Atas, tentunya fungsi jembatan sangat penting, termasuk bagi anak-anak Tampe yang bersekolah pada SMP maupun SMA di Kota Bengkayang.

Perlu diketahui, RT 10 RW 05 Tampe Atas ini merupakan salah satu daerah sekitar Kota Bengkayang yang tergolong dalam kategori tertinggal, disamping buruknya infrastruktur jalan, masyarakat setempat juga sampai saat ini belum pernah merasakan nikmaknya listrik negara padahal jaraknya dengan kota cukup dekat, yakni 2.5 Km. Ironis.

Diskusi

One thought on “Jembatan Tampe Atas Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu

  1. Sampai kapan harus seperti ini?

    Posted by stef (@stef_fanus) | November 27, 2012, 2:57 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: