//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Perusahaan Sawit Bengkayang, Polres Bengkayang

Karyawan PT. Darmex Agro Diminta Hentikan Aktivitas

Oleh KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Ketidakmampuan Pemda Bengkayang untuk mendatangkan pengambil kebijakan di PT. Darmex Agro, yakni Komisaris maupun Direktur pada Jumat (7/12) sangat disayangkan. Akibat ketidakmampuan tersebut, pertemuan antara masyarakat dengan perusahaan yang sejatinya akan difasilitasi pihak Pemda akhirnya batal. Demikian ungkap Jumiat, S.Ip, Sabtu (8/12) di Bengkayang.

“Masyarakat benar-benar kecewa dengan ketidakberdayaan Pemda untuk mendatangkan pengambil kebijakan dalam perusahaan tersebut,” tegas Jumiat.

Menurutnya, ketidakmampuan itu menjadi penilaian tersendiri bagi masyarakat setempat terhadap kinerja mereka dalam memperhatikan masyarakatnya sendiri (lepas tangan). Disamping itu juga ketidakmampuan tersebut memberikan kesan adanya ketakutan yang berlebihan terhadap pihak perusahaan yang mengabaikan hak masyarakatnya.

Setelah pertemuan pada Jumat kemarin batal, Jumiat mengatakan apabila mulai Sabtu (8/12) kemarin masyarakat Kinande meminta agar seluruh karyawan PT. Darmex Agro yang masih berada dan bekerja dilokasi perkebunan agar segera menghentikan aktivitas mereka hingga ditemukan titik terang tuntutan masyarakat terhadap kebun plasma.

“Karyawan boleh tetap berada dilokasi perkebunan, hanya saja untuk sementara diminta agar tidak melakukan aktivitas di perkebunan hingga terealisasikannya pola kemitraan plasma sebesar 70 : 30,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pada hari Rabu (5/12) telah terjadi pertemuan antara masyarakat dengan pihak pemerintah di Desa Kinande yang dalam hal ini diwakilkan Kepala Bappeda, Kabag Tapem serta Camat Lembah Bawang. Pada pertemuan tersebut disepakati apabila pada hari Jumat (7/12) pihak Pemda bakal mendatangkan Komisaris maupun Direktur PT. Darmex Agro.

Sementara itu salah seorang warga Kinande, Minto juga mengaku kecewa karena ketidakhadiran Pemda maupun pihak perusahaan. Ia berpendapat, Pemda sebagai pemegang kekuasaan diwilayah ini seharusnya bisa bertindak tegas terhadap pihak perusahaan.

“Jika memang (pihak perusahaan) tidak bisa memenuhi kewajiban mereka, apalagi yang ditakuti oleh Pemerintah untuk mencabut ijin perusahaan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, ketika dihubungi via telepon seluler pada Minggu (9/12) pukul 19:16 WIB) untuk mendapatkan konfirmasi, Kepala Bappeda Bengkayang, Obaja, tidak dapat dihubungi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: