//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Pemda Bengkayang, Sosial

KDRT, Istri Lapor Suami ke Polisi

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Jualam dilapor ke aparat akibat KDRT

KDRT Bengkayang

Bengkayang (Kalbar Times) –
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Saliman kembali terjadi Minggu (9/12) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari oleh suaminya sendiri, Jualam. Kekerasan yang dilakukan Jualam tersebut merupakan ulangan kasus yang sama dilakukan pada Minggu, 4 Juli 2010 lalu. Jika kejadian 2 tahun lalu diawali pertengkaran mulut karena sang suami ketahuan membeli pulsa untuk wanita lain, namun kali ini penyebabnya adalah karena si suami telah dipengaruhi minuman keras.

“Akibat kekerasan tersebut, Saliman mengalami luka memar pada pelipis kiri,” kata salah seorang anggota keluarga, Santi, yang turut mendampingi Saliman melaporkan kejadian tersebut pada aparat kepolisian.

Menurut Santi, kekerasan yang dilakukan Jualam dirumahnya, Komplek BP2, Jalan Bengkayang-Teriak itu terpaksa dilaporkan kepada aparat karena hal itu kerap terjadi dengan maksud agar pelaku tidak lagi berbuat semena-mena terhadap Istrinya sendiri.

“Masalah ini sudah dilaporkan ke polisi tanggal 9 Desember kemarin dengan nomor laporan TBL/G/XII/2012/KALBAR/RES-BKY/SPKP,” terang Santi, Rabu (12/12) di Bengkayang.

Usai dilaporkan, pada tanggal 11 Desember kemarin, Jualam akhirnya diamankan oleh aparat untuk dilakukan penahanan selama 20 hari di ruang tahanan Mapolres Bengkayang guna menunggu proses pemberkasan untuk persidangan.

“Saya tidak menyesal melakukan upaya ini (melaporkan suami),” tegas Saliman pada tempat yang sama.

Perlu diketahui, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Saliman ini pernah terjadi pada hari Minggu (4/7) sekira pukul 18.00. Kejadian berawal adanya perdebatan mulut antara keduanya yang disebabkan si Suami hendak membelikan pulsa untuk gadis lain di Salah satu kios di depan lapangan tennis Bengkayang. Merasa kurang tepat mengadu mulut di tempat orang, keduanya kembali kerumah, setelah kembali kerumah, pertengkaran berlanjut. Ternyata pertengkaran itu berujung pada pemukulan Jualam terhadap Saliman. Pada saat pertengkaran, Saliman menyebutkan bila si Suami sempat mengambil parang, namun tidak sempat digunakan karena dirinya terlebih dahulu mengambil sebatang kayu dan kemudian melarikan diri. Akibat pemukulan, Saliman mengalami memar dibagian leher dan kesulitan menggerakan lehernya. Selain itu, kepala bagian belakangnya juga menjadi sasaran kekerasan tangan suami. Kekerasan tersebut juga dilaporkan Saliman ke aparat kepolisian dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nomor : TBL/B/254/VII/2010/KALBAR/RES BKYG/SPK. Namun pada saat itu, Jualam tak sempat ditahan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: