//
you're reading...
Bengkayang, Bupati Bengkayang, Dinas Pendidikan Bengkayang, Dinas Pendidikan Bengkayang

Overload, Kantor Dijadikan Ruang Belajar

SDN 4 Bengkayang

SDN 4 Bengkayang

Oleh : JAMLI

Bengkayang (Kalbar Times) – Kapasitas murid SDN 04 Bengkayang sudah sudah over-load dengan jumlah 400 siswa tidak sesuai dengan kondisi bangunan yang ada saat ini. Keterbatasan itu mulai dari ruang kelas hingga fasilitas lainnya seperti Kantor Kepala Sekolah hingga ruangan para dewan guru. Selain itu, kondisi WC yang masih kurang dan pagar untuk keamanan sekolah yang belum dibangun sehingga sekolah sering kebobolan maling dan rawan dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Sudah Dua kali pak kantor kami kemalingan,” kata Stepen guru SDN 04 Bengkayang Senin (7/01/2013) sambil menunjukan kondisi rumah dinas guru yang dijadikan kantor sekolah.

Saat ini katanya, kantor sekolah yang ada dijadikan ruang belajar murid, apalagi jumlah murid yang sudah berlebihan. Kantor dan ruangan guru yang ada saat ini dulunya bekas rumah dinas kepala sekolah kemudian disulap menjadi kantor dan ruang peristirahatan dewan guru seadanya. Dua kamar berukuran 2,5 x 2.5 meter untuk kantor Kepala Sekolah, sedangkan untuk ruangan para dewan guru menempati kamar berukuran 2,5 x 3 meter.

“Sempit memang tapi itu kenyataannya, para guru duduk saja tidak leluasa. Begitu juga, ada dapur dan kamar kecil yang ada kondisinya menunggu roboh. Karena kayu penyangga sudah lapik dimakan usia,” tambah walikelas Enam ini kemarin.

Senada disampaikan Enny Purwanto, Kepala Sekolah SDN 04 Bengkayang, mengakui kondisi Sekolahnya yang serba kurang ini. Menurutnya, pihak sekolah sudah sering mengajukan perehaban dan penambahan ruang kelas serta pembangunan kantor baru bagi kenyamanan dewan guru.

Dikatakannya, kondisi ini terlihat saat jam pelajaran istirahat, para guru yang keluar masuk, ibarat kita mau masuk sebuah pasar. Yang masuk atau pun yang keluar, setidaknya harus memiringkan badannya. Belum lagi, ruang tamu yang sempit sebagai sarana jalan masuknya. Itu sebagai gambaran sebuah sekolah dasar yang terletak di dalam kota. Tapi, sekolah dasar yang berdiri sekitar tahun 1970-an ini, seperti tidak tersentuh kepedulian dari lingkungan masyarakatnya. Padahal berlokasi di pemukiman warga Bengkayang Kota.

Sambungnya, ruang istirahat guru sangat diperlukan, sehingga tidak heran jika para guru bergerombol di kantin atau berbincang bincang di selasar kelas. Purwanto, sangat mengharapkan pemkab Bengkayang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten. Baik itu bangunan kantor, ruang UKS begitu juga perpustakaan dan WC untuk segera direalisasikan.

”Saya sangat mengharapkan sekali bangunan yang representatif, ya minimal nyaman untuk berdiskusi antar guru satu sekolah. Jangan, seperti sekarang, kami berdesakan di ruang kantor dan saat bincang masalah Sekolah saja harus di Kantin”, harapnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: